Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CABANG tenis meja menjadi penyumbang emas terakhir bagi kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games (APG) 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada hari terakhir kemarin, tim tenis meja Indonesia menyabet 9 medali emas plus 6 perak dan 4 perunggu.
Medali emas disumbang Dian David Mickael Jacobs, Ahmad Yusuf, Mohamad Rian Prahasta, Supriyatna Gumilar, Tatok Hardiyanto, Hana Resti, Roslinda Br Manurung, Sella Dwi Radayana, dan Ana Widyasari. Perak didapat Dwi Hajianto, Tri Mulyo, Komet Akbar, Suwarti, Tarsilem, dan Aminah. Medali perunggu direbut Adyos Astan, Enceng Mustofa, Osrita Muslim, dan Hamida.
“Selanjutnya, kami tetap harus berlatih untuk persiapan sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018. Lawan makin berat, persiapan harus terus dilakukan,” kata Dian David.
Pelatih tim tenis meja Indonesia Suwarno mengatakan keberhasilan timnya di Malaysia disebabkan matangnya evaluasi ASEAN Para Games 2015 di Singapura. Pemusatan latihan nasional juga terbilang sangat baik karena dilakukan setahun sebelum ASEAN Para Games 2017 digelar.
“Hingga jelang keberangkatan, peningkatan pembenahan fisik kategorinya luar biasa, melampaui target. Semoga di Asian Para Games 2018, semua kelas yang ada di Kuala Lumpur dipertandingkan. Kami harus antisipasi lawan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang,” jelas Suwarno.
Tambahan emas di hari terakhir membuat Indonesia total merebut 126 emas, 75 perak, 50 perunggu dan keluar sebagai juara umum. Tuan rumah Malaysia berada di posisi dua dengan 90 emas, 85 perak, 83 perunggu.
Kesuksesan Indonesia merebut juara umum di APG 2017 mendapat apresiasi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Menurutnya, kesuksesan itu seakan menebus kegagalan di SEA Games 2017. “Mentalitas sebagai pemenang sesungguhnya telah ada dalam diri atlet Para Games kita saat mereka berjuang mengalahkan keterbatasan,” kata dia.
Menpora juga mengapresiasi Komite Paralimpiade Nasional yang telah membina dan melatih para atlet di pusat pelatihan di Surakarta, Jawa Tengah, bersama Kemenpora. “Pemusatan pelatihan di Surakarta itu memudahkan pengaturan logistik berupa akomodasi dan kebutuhan atlet sehingga persoalan bisa diatasi,” kata Menpora. (Beo/Ant/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved