Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kegagalan Kedua di Era Sang Jenderal

Satria Sakti Utama
23/7/2017 21:50
Kegagalan Kedua di Era Sang Jenderal
(MI/SUSANTO)

TIM Nasional Indonesia U-22 akhirnya mengekor kegagalan Timnas Indonesia U-16 setelah tersingkir dari putaran final Piala Asia U-23 di Tiongkok pada awal 2018 mendatang. Kegagalan kedua tim nasional di era kepemimpinan baru PSSI di tangan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Edy Rahmayadi.

Pada laga terakhir Grup H babak kualifikasi di Thailand, skuat asuhan Luis Milla Aspas harus puas bermain imbang 0-0 dengan tim tuan rumah di National Stadium Bangkok, Minggu (23/7). Tambahan satu poin membuat Indonesia gagal bersaing di kuota lima runner up terbaik karena hanya finis di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin.

Dewi Fortuna sejatinya memberikan jalan bagi Indonesia untuk mengungguli pasukan Thailand. Hujan lebat sepanjang babak pertama membuat kondisi lapangan menjadi tergenang dengan air. Hal ini membuat skenario permainan menyerang anak didik Worrawoot Srimakha seperti saat menaklukan Malaysia 3-0 tidak terbentuk.

Akan tetapi, sejumlah peluang emas disia-siakan Evan Dimas dan kolega. Salah satu yang paling kentara ialah kesempatan yang didapatkan oleh Osvaldo Haay pada menit ke-63. Sepakan pemain muda Persipura Jayapura ini hanya melebar tipis di sisi kiri tiang gawang Thailand.

Lantas peluang memecah kebuntuan juga datang dari kaki Marinus Wanewar. Tapi aksinya dapat dimentahkan oleh kiper Nont Muanggam dimenit-menit akhir pertandingan.

Di sisi lain, hasil ini menjadi 'durian runtuh' bagi Timnas Malaysia U-23. Kegagalan Thailand mengamankan poin penuh dari Indonesia membuat skuat Harimau Malaysia--julukan Malaysia-- keluar sebagai juara grup dan mendapatkan tiket langsung ke putaran final Piala Asia U-23 tahun depan.

Malaysia menang 2-0 melawan Timnas Mongolia dan mengunci pimpinan klasemen dengan enam poin saja. Gol kemenangan Malaysia ditorehkan oleh Nadarajah Thanabalan enam menit setelah turun minum dan ditutup Muhammad Syazwan jelang laga berakhir.

"Kami membuat beberapa peluang di tim karena kami bermain dua pertandingan dalam lima hari yang membuat pemain kelelahan. Kami harus membuat beberapa pemain segar untuk bermain di pertandingan ini," ujar pelatih Malaysia Ong Kim Swee usai pertandingan.

Sementara itu, Thailand yang mengumpulkan lima poin masih harus terdepak dari peluang menuju ke Tiongkok. Hal ini karena setidaknya sudah ada lebih dari lima tim yang mengamankan poin enam yang menghuni peringkat kedua. Seperti Uni Emirates Arab (UEA), Myanmar, Vietnam, Jepang, dan Irak atau Arab Saudi yang sama-sama mengumpulkan enam poin jelang laga terakhir Grup B.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya