PENYERAPAN pupuk bersubsidi di Jawa Barat (Jabar) selama 2015 rendah. Ketersediaan pupuk pun dijamin aman untuk musim tanam rendeng 2015/2016 mendatang. Hal itu diungkapkan Manajer Humas PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, di Cirebon, kemarin. Pupuk jenis urea, misalnya, berdasarkan peraturan gubernur (pergub), Jabar mendapatkan alokasi sebanyak 581.250 ton. Namun, yang terserap 434.711 ton atau setara 75,72%. Wilayah Kabupaten Cirebon, berdasarkan pergub, mendapatkan alokasi 31.989 ton pupuk urea, tetapi yang terserap 24.266 ton atau sebanyak 75,86%. Untuk NPK, dari kuota sebesar 25.997 ton, yang terserap sepanjang Januari hingga Desember hanya 2.734 ton atau setara 10,52%.
Begitu pula untuk pupuk organik, dari kuota 13.500 ton, yang terserap hanya 2.774,50 ton atau setara dengan 20,55%. Pengaruh El Nino, lanjut Ade, berdampak pada rendahnya penyerapan pupuk di tingkat petani. "El Nino menyebabkan musim kemarau semakin panjang," kata Ade. Jelang musim tanam rendeng 2015-2016, PT Pupuk Kujang pun menjaga ketersediaan pupuk. "Kami mendorong persediaan pupuk di gudang lini 3 atau gudang di kabupaten," kata Ade.
Saat ini di Kabupaten Cirebon, stok pupuk tersedia di dua gudang, yaitu Gudang Mundu dan Gudang di Kedawung. Stok pupuk sebesar 10.097 ton untuk urea, NPK mencapai 834,65 ton, dan pupuk organik di posisi 852,53 ton. Stok itu, menurut Ade, mencukupi hingga dua bulan ke depan. Sekretaris HKTI Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, kemarin, menyatakan permintaan pupuk tinggi dari Desember ini hingga Februari. Tasrip pun meminta setiap instansi terkait untuk menyiapkan stok pupuk bagi petani. "Jangan sampai terjadi kelangkaan pupuk," kata dia.
Di sisi lain, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memperketat pengawasan distribusi pupuk di daerah perbatasan. Hal itu dilakukan agar alokasi pupuk untuk Temanggung tidak mengalir ke daerah lain. Anggota KP3 yang juga Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Temanggung, Harnani Imtikhandari, kemarin, mengungkapkan kejadian pada 2014. Pupuk untuk daerah perbatasan Kecamatan Bejen, Temanggung, dilarikan ke Kabupaten Kendal. Akibatnya Temanggung kekurangan pupuk.