BANJIR yang melanda sejumlah wilayah Aceh dalam sepekan ini telah merusak rumah dan infrastruktur, serta menewaskan dua orang dan satu orang masih dalam pencarian. Dua korban tewas bernama Maskur, 58, warga Gamping Cacang, Kecamatan Labuhan Haji Tengah, Aceh Selatan, dan M Teh, 50. Korban Maskur hilang sejak Jumat (11/12) dan ditemukan kemarin di Gunung Janjang Urek, Kecamatan Labuhan Haji Tengah, Aceh Selatan, sedangkan M Teh ditemukan tewas tertimpa material longsor di kebun durian.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan ialah Rahmat, 26, warga Desa Alai, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan. "Banjir yang melanda kawasan pantai barat dan selatan Aceh terparah dalam kurun waktu 15 tahun terakhir," ujar Erwiandi, kemarin. Di Lamongan, Jawa Timur, banjir bandang menyebabkan 133 unit rumah di lima kecamatan terendam air, 2 tanggul sungai jebol, dan puluhan hektare sawah serta tambak terendam.
Selain banjir, ancaman longsor terjadi di sejumlah daerah. Hujan deras yang terjadi sejak Senin (14/12) sore hingga malam mengakibatkan longsor di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). Selain itu, longsor sempat menutup akses jalan di Desa Masaran, Kecamatan Bawang. Dalam peristiwa longsor tersebut, satu warga tewas akibat tertimbun oleh tebing yang longsor.
Korban tewas bernama Adim Isrudin, 55, warga Dusun Banaraga, Desa Mantrianom. Ia tertimbun longsor saat berada di kandang kambing miliknya. Pada bagian lain, guyuran abu vulkanis dari erupsi Gunung Bromo di Jawa Timur mengancam ribuan hektare lahan pertanian di lereng gunung dan rentan longsor. Selain faktor kemiringan tanah yang mencapai 75 derajat, guyuran abu vulkanis Bromo memudahkan lahan cepat longsor. Kasubag Evaluasi Potensi Bencana Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Agus Budianto, di Pos Pantau PVMBG Gunung Bromo, membenarkan hujan turun mempermudah tanah longsor.
Ruang guru rusak Longsor juga mengubur satu ruang guru di SDN Sukahurip, Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Camat Salawu, Inong Mawardi Yazid, menjelaskan longsor terjadi di atas tebing pinggir sekolah. Daerah rawan longsor lainnya ada di Kabupaten Sukabumi. Hampir separuh wilayah itu daerah rawan longsor. Sementara itu, puncak musim hujan di Jawa Tengah bagian selatan diperkirakan mulai Januari. Sejumlah daerah meminta anggaran untuk menghadapi bencana. BPBD Kabupaten Temanggung, misalnya, telah meminta anggaran Rp1,6 miliar untuk menangani banjir dan longsor selama musim hujan.
Di Brebes, Polsek Bantarkawung memasang spanduk-spanduk berisi informasi daerah rawan longsor agar masyarakat waspada. Musim hujan juga menyebabkan sejumlah jalan nasional, seperti jalan penghubung Purwokerto-Cilacap dan Purwokerto-Tegal, berlubang. (Tim/N-4)