Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Banjir Rendam 9 Kabupaten di Aceh

MI/FERDIAN ANANDA
15/12/2015 00:00
Banjir Rendam 9 Kabupaten di Aceh
(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)
BANJIR yang melanda Provinsi Aceh semakin meluas dan mengakibatkan sembilan kabupaten di wilayah paling barat Indonesia itu tergenang. Sebelumnya banjir baru merendam Kabupaten Aceh Pidie, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Barat Daya. Kemarin, banjir makin meluas hingga Nagan Raya, Kabupaten Aceh Selatan, Singkil, Subulussalam, dan Aceh Tenggara.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Said Rasul saat mengunjungi lokasi posko pengungsi banjir di Aceh Selatan, kemarin, ratusan rumah di kawasan itu telah terendam banjir. Fasilitas umum mengalami kerusakan menyusul hujan lebat yang melanda wilayah itu sejak sepekan terakhir. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Aceh telah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa logistik kepada kabupaten/kota yang diterjang banjir dalam beberapa hari terakhir. "Kami memastikan logistik cukup, begitu tidak cukup langsung kita tambah. Pemerintah Aceh mendukung pemerintah daerah," jelas Said Rasul.

Berdasarkan data sementara, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBA mencatat sebanyak 70 ribu orang mengungsi, tersebar di 33 kecamatan. Di Pidie terdapat satu kecamatan dengan sebaran di 10 desa, Aceh Jaya (4 kecamatan, 28 desa), Aceh Barat (11 kecamatan, 114 desa), Nagan Raya (7 Kecamatan), Aceh Barat Daya (9 Kecamatan, 28 desa), dan Aceh Tenggara (1 kecamatan, 4 desa). Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Terdata pula lima jembatan di Kabupaten Aceh Barat Daya dan satu jembatan lintas kabupaten di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, yang terancam ambruk. "Tanggul dan saluran irigasi hampir 75% rusak berat, termasuk badan jalan kawasan Drien Leukiet, Kecamatan Kuala Batee, putus total sepanjang 60 meter," sebut Said.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh Selatan, T Bahrumsyah, mengatakan kerusakan sejumlah infrastruktur akibat diterjang banjir dan tanah longsor akan segera dipetakan. Pihaknya masih mendata dan mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi. "Banjir dengan arus deras telah merusak rumah warga dan fasilitas negara. Irigasi di Desa Panton Luas yang menyuplai air ke tiga desa rusak parah. Sebanyak 12 jembatan tidak bisa dilalui," pungkas Bahrumsyah.

Di Provinsi Bengkulu, banjir merendam 80 rumah di tiga kelurahan, yakni Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut; dan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Banjir setinggi 60 cm itu disebabkan luapan Sungai Air Bengkulu sejak Minggu (13/12).

Korban jiwa
Di bagian lain, banjir bandang yang merendam sebagian wilayah dekat bantaran anak sungai di Kota Jambi merenggut korban jiwa. Korban bernama Ahmad Ramadani, 17.

Korban dilaporkan hanyut semenjak Minggu (13/12) petang saat mandi bersama temannya di genangan banjir di RT 52, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung. Jenazah korban ditemukan, kemarin siang, di dasar anak Sungai Kenali, sekitar 500 meter dari lokasi dilaporkan hilang.

"Ini pelajaran pahit dan kami mengimbau warga lebih mewaspadai anggota keluarga. Jangan bermain air dekat genangan banjir, terutama di dekat aliran sungai, karena arusnya deras," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha, kemarin. (MR/MY/SL/JS/UL/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya