Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Waduk Titab Ularan bakal Aliri 1.700 Ha

MI/WIBOWO
14/12/2015 00:00
Waduk Titab Ularan bakal Aliri 1.700 Ha
(MI/Arnold Dhae)
PEMBANGUNAN Waduk Titab Ularan yang dimulai sejak 2011 akhirnya selesai di akhir 2015 mulai diisi. "Penuh paling lambat akhir Maret 2016. Apabila ini penuh, kapasitasnya sekitar 12,8 juta meter kubik," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono dalam sambutannya pada acara pengisian awal Waduk Titab-Ularan, Buleleng, Bali, kemarin.

Peresmian itu juga dihadiri Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Menteri Koperasi dan UKM Anak Gadung Gede Ngurah Puspayoga, anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soedjono.

Menurut Basuki, Waduk Titab Ularan memiliki kapasitas 12,8 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk irigasi seluas 1.700 hektare, serta air baku untuk 2 kabupaten.

Bendungan itu memiliki manfaat yang terdiri atas irigasi, air baku, pengendalian banjir, dan pembangkit listrik 1,5 megawatt (Mw). Tujuan waduk ialah mengairi daerah irigasi Saba dan Puluran seluas 1794,82 hektare untuk meningkatkan intensitas tanam menjadi 275% dari 169%, serta memenuhi kebutuhan air baku sebesar 350 liter per detik di tiga kecamatan, yakni Seririt, Banjar, dan Busungbiu.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiadi menuturkan pembangunan Waduk Titab Ularan berdurasi 5 tahun yang dimulai sejak tahun 2011 dengan investasi Rp480 miliar. Pendanaan infrastruktur menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Kontraktor pelaksana infrastruktur publik itu ialah Nindya-Brantas KSO, sedangkan konsultan supervisi, yakni Indra Karya-Wahana Adya KSO.

"Artinya dari segi teknologi bendungan, kita sudah punya teknologi, teknologi dikuasai," ujar Mudjiadi.

Terbesar di Bali

Kepala Satuan Kerja PJSA (Pelaksanaan Jaringan Sumber Air) BWS Balai Penida Direktorat Jenderal Sumber Daya Air I Putu Eddy menambahkan pelaksanaan konstruksi Waduk Titab Ularan secara fisik sudah rampung. Untuk itu tahapan selanjutnya ialah pengisian air yang diperkirakan membutuhkan waktu tiga bulan.

Ia mengatakan kementerian akan melaksanakan penataan kawasan Waduk Titab Ularan di tahun 2016, seperti jalanan inspeksi dan penataan batas. Sekaligus sertifikasi untuk operasional oleh komisi keamanan bendungan.

Waduk Titab Ularan didesain untuk masa pakai 50 tahun dan berdiri di atas lahan seluas 119 ha. Area genangan mencapai 68 ha serta bertipe urukan batu inti tegak.
Waduk Titab Ularan merupakan bendungan terbesar di Bali. Titab Ularan merupakan bendungan keenam di Bali setelah Bendungan Palasari, Bendungan Gerokgak, Waduk Telaga Tunjung, Bendungan Benel, dan Waduk Muara.

"Rencananya ada pembangunan dua waduk lagi di Bali, yakni Bendungan Telaga Waja di Karangasem dan Waduk Sidan di Badung," tambah Mudjiadi.

Di sisi lain, produksi padi di wilayah Bali terpangkas dari sebelumnya 319.000 ton gabah kering giling (GKG) pada triwulan II-2015 menjadi hanya 158.000 ton pada triwulan III-2015. Penurunan itu terjadi akibat kekeringan sebagai dampak El Nino.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panasunan Siregar, kemarin, menjelaskan produksi padi di Bali berdasarkan Angka Ramalan kedua (Aram II) tahun 2015 diperkirakan sebesar 850.965 ton gabah kering giling (GKG) atau menurun 0,81% (6.979 ton) jika dibandingkan dengan tahun 2014. (N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya