Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Banjir di Bandung kian Tinggi

MI/ARIEF PRATAMA
14/12/2015 00:00
Banjir di Bandung kian Tinggi
BANJIR: Anak-anak bermain di genangan banjir yang melanda permukiman warga Kampung Palmerah, Kota Jambi, kemarin.(MI/SOLMI)
BANJIR setinggi 60-80 sentimeter (cm) belum membuat warga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengungsi dan meninggalkan rumahnya. Mereka bertahan di rumah yang kebanyakan berlantai dua.

"Ketinggian banjir 60-80 cm masih relatif aman bagi kami. Hanya sedikit warga yang mengungsi ke masjid terdekat yang tidak kena banjir karena rumahnya hanya memiliki satu lantai," papar Husein, warga Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Cieunteung merupakan kampung langganan banjir dan berada di bantaran Sungai Citarum. Sepekan terakhir, hujan terus mengguyur Kota dan Kabupaten Bandung sehingga Citarum meluap.

Ketua RW 20 Cieunteung, Jaja mengaku sudah mengimbau warga untuk mengungsi. "Mereka masih bertahan karena ketinggian air dinilai masih wajar."

Selain di Cieunteung, banjir juga merendam Kampung Bolero, Kecamatan Dayeuhkolot, setinggi 1 meter. "Kalau banjir sudah mencapai 1,5 meter, biasanya kami baru mengungsi. Sekarang mah masih biasa," papar Entis, 40, warga.

Kapolsek Baleendah Komisaris Suhari mengaku sudah mengimbau warga untuk mengungsi. "Kami sudah menyiagakan anggota untuk tindakan tanggap darurat menyelamatkan warga ke lokasi pengungsian yang aman. Kami menyiagakan perahu karet dari Polda Jawa Barat," tandasnya.

Hujan deras yang turun kemarin juga membuat sejumlah ruas jalan di Kota Tasikmalaya, dikepung banjir. Genangan air setinggi 50 cm itu terjadi akibat buruknya drainase.

"Banyak saluran air yang tertutup bangunan. Kami sudah meminta pemiliknya untuk membongkar, namun belum dilaksanakan," papar Kabid Darurat dan Logistik, BPBD Kota Tasikmalaya, Saepudin.

Di Jawa Tengah, anak Sungai Dengkeng di Kecamatan Trucuk, Klaten, meluap, dan menyebabkan tanggul sungai di Desa Pundungsari jebol. Akibatnya, sekitar 20 hektare sawah yang baru selesai tanam terendam banjir.

"Hari ini tanggul diperbaiki. Relawan dibantu TNI dan Polri juga membersihkan sampah dan pohon tumbang di aliran sungai," papar Plt Kepala BPBD Klaten Bambang Sujarwo.

Di sisi lain, untuk mengantisipasi banjir, Pemkab Banyumas telah menormalisasi Sungai Kranji, Banjaran dan Pelus, dengan dana Rp3 miliar. "Ketiga sungai mengalami pendangkalan karena sampah rumah tangga dan sedimen dari hulu," ungkap Kepala Sumber Daya Air dan Bina Marga Banyumas Irawadi.

300 rumah terendam
Di Pulau Sumatra, banjir dilaporkan menggenangi permukiman penduduk di sejumlah kecamatan di Kota Jambi. Banjir paling parah melanda Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan.

Di Kompleks Perumahan Bumi Palmerah Indah, misalnya, ada 300-an rumah warga dan sebagian besar ruas jalan lingkungan terendam air setinggi 1 meter. "Air di dalam rumah sudah setinggi paha, tidak aman lagi buat ditempati. Sementara kami pindah dulu ke rumah saudara yang tidak kebanjiran," ujar Fredy, warga.

Di Bengkulu, sebanyak 40 rumah warga di Kelurahan Tanjung Agung, dan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, serta Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, dikepung banjir dengan ketinggian 60 cm. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Air Bengkulu. (EM/JS/LD/SL/MY/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya