Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kemiskinan dan Pengangguran di Jawa Barat Turun pada 2025

Naviandri
02/4/2026 23:30
Kemiskinan dan Pengangguran di Jawa Barat Turun pada 2025
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan(Dok.Diskominfo Pemprov Jabar)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mencatat penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka sepanjang 2025. Capaian ini seiring dengan kinerja pembangunan daerah yang dinilai tinggi dengan skor 3,6672 berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada 2025 tercatat sebesar 6,78% atau sekitar 3,55 juta jiwa. Angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang sebesar 7,08%.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, penurunan angka kemiskinan merupakan hasil dari sejumlah program yang dijalankan pemerintah daerah, mulai dari pengurangan kantong kemiskinan hingga peningkatan pendapatan masyarakat.

“Dalam mengurangi kantong kemiskinan, Pemprov Jabar mengawasi lokasi daerah rentan rawan pangan dan menyusun peta kerawanan serta ketahanan pangan,” ujar Erwan, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk menekan beban pengeluaran masyarakat, Pemprov Jawa Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.874 kali di 27 kabupaten/kota sepanjang 2025, serta melaksanakan Operasi Pasar Bersubsidi (OPB). “Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh komoditas pangan dengan harga terjangkau,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menekan pengeluaran masyarakat miskin melalui sektor kesehatan dan energi. Salah satunya dengan membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.

“Pemprov juga membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga dapat menekan pengeluaran mereka,” ucapnya.

Di sektor energi, Pemprov Jawa Barat meningkatkan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. Tercatat sebanyak 76.123 sambungan listrik telah diidentifikasi untuk disalurkan di 1.367 desa/kelurahan.

Sementara dari sisi peningkatan pendapatan, Pemprov Jawa Barat memberikan pelatihan bagi pekerja migran Indonesia serta menyalurkan bantuan modal usaha kepada 57 Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

“Kami juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada kelompok usaha bersama untuk meningkatkan pendapatan fakir miskin,” ujar Erwan.

PENGANGGURAN TERBUKA
Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat juga mengalami penurunan. Pada 2025, tingkat pengangguran tercatat sebesar 6,66%, turun dari 6,75% pada 2024. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 6,99% berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional per November 2025.

Penurunan pengangguran didorong oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja di sejumlah sektor, di antaranya pertanian, kehutanan, dan perikanan sebanyak 0,10 juta orang, sektor pendidikan 0,05 juta orang, serta sektor akomodasi dan makan minum sebesar 0,04 juta orang.

“Sebaliknya, lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja yaitu sektor pertambangan dan penggalian sebesar 0,04 juta orang,” kata Erwan.

Ia menambahkan, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Jawa Barat meliputi reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor sebesar 22,44%, industri pengolahan 18,61%, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,43%. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya