Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Pascakerusuhan Agustus 2025, Sayap Barat Gedung Grahadi Mulai Dipugar

Faishol Taselan
01/4/2026 17:36
Pascakerusuhan Agustus 2025, Sayap Barat Gedung Grahadi Mulai Dipugar
Ilustrasi(Dok Istimewa)

HAMPIR sembilan bulan hanya ditutup pagar, sayap barat Gedung Negara Grahadi yang dibakar saat kerusuhan Agustus 2025, Rabu (1/4), resmi dimulai pemugarannya. Pemuragarn murni menggunakan dana APBD Jatim Rp12,76 miliar. 

“Proyek bukan hanya perbaikan fisik saja, melainkan upaya serius menjaga warisan sejarah dengan pendekatan ilmiah yang komprehensif, setelah peristiwa Agustus 20205 lalum,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu (1/4). 

Sayap barat Gedung Negara Grahadi sebelumnya ludes terbakar akibat kerusuhan pada 30 Agustus 2025 lalu. Hampir seluruh ruangan termasuk ruangan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto dardak ikut terbakar.
Pemugaran ini, menurutnya beberapa material bahkan harus didatangkan dari luar negeri, termasuk dari Jerman, karena spesifikasi yang dibutuhkan belum tersedia di dalam negeri. Karakter bahan tersebut serupa dengan teknik tradisional campuran kapur dan bata merah tumbuk (bligon).

Selain mempertahankan keaslian, pemugaran juga menyentuh aspek penguatan struktur. Rangka atap yang sebelumnya berbahan kayu akan diganti dengan baja ringan untuk mengurangi beban, tanpa mengubah tampilan visual bangunan. “Struktur boleh menyesuaikan teknologi modern, tetapi wajah bangunan harus tetap otentik,” kata Khofifah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, menyebut proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp12,76 miliar yang bersumber dari APBD Jatim. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam 210 hari kalender, mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026. Saat ini, tahapan awal telah berjalan sesuai rencana.

Ia menjelaskan, sebelum konstruksi dimulai, berbagai tahapan telah dilakukan sejak 2025. Mulai dari pengamanan pasca kebakaran, pemilahan material bernilai sejarah, hingga kajian teknis yang melibatkan berbagai pihak.

Kajian tersebut melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, tim ahli cagar budaya, hingga Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur.

Tak hanya itu, perencanaan teknis juga didukung tenaga ahli lintas bidang, mulai dari struktur, mekanikal elektrikal plumbing (MEP), hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Seluruh proses dijalankan sesuai regulasi pelestarian cagar budaya.

Dalam desainnya, turut ditambahkan ring balok sebagai penguat antara atap dan dinding, mengingat konstruksi lama belum memiliki sistem pengikat seperti bangunan modern.

Sebagai bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya, setiap intervensi pada Grahadi wajib melalui rekomendasi tim ahli pelestarian. 

Khofifah pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses pemugaran agar tetap menjaga nilai historis bangunan. “Ini adalah bagian dari menjaga identitas sejarah kita. Kami berharap prosesnya berjalan lancar dan hasilnya bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat,” katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya