Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Hasto Wardoyo Tekankan Kepemimpinan Rekonstruksi Sosial untuk Kota Yogyakarta

Ardi Teristi Hardi
30/3/2026 22:37
Hasto Wardoyo Tekankan Kepemimpinan Rekonstruksi Sosial untuk Kota Yogyakarta
Ilustrasi(MI/ARDI TERISTI)

WALI Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memaparkan capaian keberhasilan kepemimpinan mereka. Mereka pun menitikberatkan kepemimpinan ini menitikberatkan pada perubahan pola hidup masyarakat melalui pendekatan rekonstruksi sosial, penguatan gotong royong, hingga peningkatan keamanan lingkungan.

Hasto menegaskan, fokus utama kepemimpinannya adalah melakukan rekonstruksi sosial atau “noto urip bareng”, yakni menata kembali kebiasaan hidup masyarakat agar lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan.

Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam membangun kota yang nyaman. Ia mencontohkan perubahan signifikan dalam kebiasaan masyarakat terkait pengelolaan sampah.

“Dulu masyarakat masih sering buang sampah sembarangan atau war wer, sekarang kita ajak untuk mulai memilah sampah dari rumah,” ujar Hasto di Taman Budaya Embung Giwangan pada Senin (30/3).

Program edukasi dan pendampingan terkait pemilahan sampah ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong kesadaran lingkungan serta mendukung sistem ekonomi sirkular di Kota Yogyakarta.

Selain rekonstruksi sosial, Hasto juga menekankan pentingnya nilai gotong royong sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sosial, termasuk kemiskinan. Salah satu implementasi nyata adalah program bedah rumah yang rutin dilaksanakan setiap minggu.

Ia menegaskan, program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni hasil kolaborasi dan gotong royong masyarakat. “Warga kurang mampu bisa menyelesaikan kemiskinannya dengan gotong royong. Bedah rumah ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan bisa menghadirkan solusi,” jelasnya.

Program tersebut tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian layak, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan menambahkan, dirinya bersama Hasto aktif turun langsung ke kampung-kampung melalui kegiatan blusukan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk keteladanan langsung, terutama dalam program pemilahan sampah.

“Kami tidak hanya mengajak, tapi juga memberi contoh” ujar Wawan.

Meski berbagai capaian telah diraih, Hasto-Wawan mengakui masih terdapat pekerjaan rumah ke depan, khususnya dalam mengembangkan Kota Yogyakarta sebagai kota budaya yang produktif secara ekonomi.

Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi budaya agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah memperkuat kalender event serta mengembangkan potensi wilayah berbasis budaya.

“Kota budaya harus produktif. Budaya tidak hanya dilestarikan, tapi juga harus bisa memberikan dampak ekonomi,” papar dia.

"Dengan fondasi yang telah dibangun selama satu tahun pertama, kami optimistis dapat terus membawa Kota Yogyakarta menjadi kota yang tidak hanya nyaman dan aman, tetapi juga produktif berbasis budaya dan partisipasi masyarakat," imbuh dia. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya