Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Farhan Pastikan BBM Aman, Warga Bandung Diimbau Tenang

Naviandri
30/3/2026 21:52
Farhan Pastikan BBM Aman, Warga Bandung Diimbau Tenang
Warga mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Bandung.(Dok.Diskominfo Kota Bandung)

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan pasokan bahan bakar di Kota Bandung tetap aman dan terkendali. Ini setelah pemerintah pusat memberikan jaminan bahwa harga BBM dan BBG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

“Secara umum kita masih dalam kondisi optimis. Suplai BBM dan BBG untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga terjaga. Jaminan dari Menteri Keuangan ini membuat kita semua lebih tenang, tidak perlu deg-degan,” ungkapnya Senin (30/3).

Meski demikian, Farhan mengingatkan seluruh daerah di Jawa Barat (Jabar) untuk memastikan infrastruktur distribusi BBM dalam kondisi optimal. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. “Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa stok aman. Jangan sampai ada panic buying, baik BBM maupun BBG,” imbaunya.

Di sisi lain, Farhan mengungkapkan, belum ada instruksi dari pemerintah pusat terkait konversi energi dari BBM ke listrik di daerah. Namun, Pemkot Bandung tengah aktif merumuskan strategi energi bersama pemerintah pusat, khususnya dalam pemanfaatan sampah menjadi energi listrik. Salah satu langkah konkret adalah rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Bandung Raya. 

"Selain lokasi di Legok Nangka dan Sarimukti, kawasan Eks TPA Jelekong juga didorong menjadi alternatif baru untuk mendukung kebutuhan energi regional. Kami akan koordinasi dengan pemerintah pusat. Ini penting untuk solusi jangka panjang, khususnya energi berbasis lingkungan,” paparnya.

Terkait kebijakan internal pemerintahan, Farhan juga menyinggung wacana penerapan sistem kerja fleksibel seperti WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, hingga kini petunjuk teknisnya masih dinantikan. “Kita masih menunggu juklak dan juknis. Yang penting nanti adalah bagaimana mengukur efektivitas kerja ASN,” tandasnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya