Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan merefleksikan satu tahun pertama masa kepemimpinannya sebagai fase penting untuk meletakkan dasar pembangunan jangka panjang Kota Bandung.
“Alhamdulillah, berkah. Saya menyadari saya punya banyak kekurangan. Ada kritik ada fitnah, ada yang ngaraco. Tapi itu hal biasa,” ungkapnya Minggu (01/1).
Menurut Farhan, kepemimpinan di Kota Bandung tidak bisa dilihat dari capaian jangka pendek saja. Tahun pertama merupakan tahap awal untuk memastikan visi Bandung unggul, terbuka, amanah, maju dan agamis dapat berjalan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.
“Kepemimpinan ini sifatnya jangka panjang, lima tahun. Apa yang terjadi di setahun pertama adalah upaya meletakkan dasar agar visi Bandung unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis bisa berkelanjutan minimal lima tahun ke depan,” tuturnya.
Salah satu program yang disebut Farhan menjadi kunci dalam memahami persoalan riil di lapangan adalah Program Siskamling Siaga Bencana dan Prakarsa. Program ini membuatnya bersama jajaran OPD turun langsung ke kelurahan dan RW di berbagai wilayah Kota Bandung.
“Salah satu program yang kami kick off adalah Prakarsa. Saya keliling ke setiap kelurahan dan RW. Itu bukan pekerjaan biasa. Dari situ saya menemukan banyak permasalahan, tapi juga selalu ada solusi,” ungkapnya.
Dari kunjungan tersebut, Farhan menyoroti persoalan beranghang yang banyak ditemukan di sejumlah titik. Ia menyebut di sekitar kawasan Lodaya terdapat 46 titik beranghang bermasalah yang akan dibongkar.
“Contohnya branghang. Banyak beranghang bermasalah. Di sekitar Lodaya ada 46 titik bermasalah dan akan dibongkar. Tidak mudah, karena rumahnya sudah lama. Tapi ada contoh solusi seperti di Jalan Tengku Angkasa, pemanfaatannya bagus,” jelasnya.
Pengalaman tersebut, menurut Farhan, membuka pandangannya bahwa berbagai persoalan di wilayah sebenarnya telah memiliki contoh solusi yang bisa direplikasi. “Itu membuka mata saya bahwa permasalahan di wilayah sebenarnya sudah ada solusinya,” tandasnya..
SIAP HADAPI KETIDAKNYAMANAN
Farhan merefleksikan bahwa pemimpin bukanlah posisi yang menghadirkan kenyamanan, melainkan kesiapan untuk menghadapi berbagai ketidaknyamanan secara langsung di tengah masyarakat. “Secara pribadi saya menyimpulkan bahwa memang pekerjaan jadi pemimpin adalah pekerjaan yang tidak boleh nyaman,” terangnya.
Farhan menambahkan, berbagai fasilitas jabatan seperti rumah dinas, kendaraan dinas, hingga pengawalan tidak serta-merta menghadirkan ketenangan batin ketika seorang pemimpin menyadari masih banyak persoalan warga yang harus diselesaikan. Ketidaknyamanan justru menjadi pengingat agar seorang pemimpin tidak larut dalam rasa aman, melainkan terus hadir dan peka terhadap kondisi nyata masyarakat.
“Tidak kemudian membuat saya 'ah sudah beres, sudah nyaman di dalam mobil AC'. Tidak bisa. Ada banyak ketidaknyamanan yang harus dihadapi dan itu dihadapinya harus bersama-sama,” sambungnya.(E-2)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 mengguncang Kota Bandung, Jawa Barat, dan sekitarnya pada Jumat (30/1) Pukul 05.13 WIB.
“Wahai camat-camat, pastikan bikin nobar di semua kecamatan. Sehingga untuk bobotoh yang tidak kebagian tiket, tidak usah maksa datang ke GBLA. Nonton di wilayah kecamatan masing-masing,”
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama akan selalu menjadi perekat utama kehidupan masyarakat Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, Satuan Pengamanan (Satpam) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendopo Kota Bandung, Jawa Barat, terasa berbeda pada malam pembuka Rangkaian Doa Membangun Harmoni Bandung Utama. Lantunan doa, shalawat, dan ayat suci Alquran mengalir khidmat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved