Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama akan selalu menjadi perekat utama kehidupan masyarakat Kota Bandung. Ini disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial (medsos) terkait aksi penolakan terhadap rencana acara Kebaktian Tahun Baru 2026 di Kota Bandung.
Diketahui beredar video aksi demo oleh salah satu organisasi kemasyarakatan yang menolak kegiatan kebaktian tersebut. Aksi itu terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung pada Selasa (6/1). Video tersebut diunggah melalui akun Instagram @permadiaktivis2 pada hari ini, Rabu (7/1) sekitar pukul 10.00 WIB dan telah mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Farhan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada aparat keamanan yang telah menjalankan tugas secara sigap dan profesional sehingga kondisi Kota Bandung tetap aman, tertib dan kondusif.
"Saya tegaskan pemkot menjamin hak setiap warga untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya. Dan kami pastikan setiap umat beragama memiliki hak yang sama untuk beribadah,” tandasnya.
Menurut Farhan, Kota Bandung merupakan kota yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai keberagaman. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat harus disikapi secara bijak dan diselesaikan melalui dialog serta musyawarah.
“Bandung adalah kota terbuka. Semua suku, ras dan agama yang diakui negara bisa dan boleh berkembang di sini. Karena itu, setiap perbedaan hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah dan komunikasi yang baik,” tuturnya.
KAMPUNG TOLERANSI
Farhan menambahkan, sebagai wujud nyata komitmen terhadap toleransi dan kerukunan, saat ini Kota Bandung telah memiliki enam Kampung Toleransi yang tersebar di berbagai wilayah. Kampung Toleransi Cibadak berlokasi di RW 01, 02, dan 03. Selanjutnya Kampung Toleransi Gang Luna di RW 04, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler serta Kampung Toleransi Paledang di RW 02, Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong.
"Selain itu, terdapat Kampung Toleransi Dian Permai di RW 12 Kompleks Dian Permai, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kampung Toleransi Balonggede di RW 04 dan 05, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, serta Kampung Toleransi Kebon Jeruk di RW 08, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir," terangnya l.
Keberadaan Kampung Toleransi tersebut lanjut Farhan, menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan saling menghormati telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kota Bandung. Farhan juga menyatakan keyakinannya bahwa warga Kota Bandung memiliki kedewasaan dan komitmen yang kuat dalam menjaga persatuan serta kerukunan umat beragama. Menurutnya, selama ini toleransi telah menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bandung.
“Saya yakin warga Bandung bisa menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama. Selama ini, kerukunan sudah menjadi pengikat Kota Bandung, dan nilai itu harus terus kita rawat bersama,” sambungnya.
Pemkot Bandung kata Farhan, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, serta mengedepankan semangat persaudaraan dan saling menghormati demi terciptanya suasana kota yang aman, damai, dan harmonis bagi semua. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved