Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto, memimpin proses klarifikasi bersama Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, serta tim dari Direktorat Kepatuhan Internal. Hal ini terkait dengan viralnya unggahan akun Instagram @mothershipsg pada 25 Maret 2026, yang memuat pengakuan seorang WNA terkait dengan dugaan pungli saat proses pemeriksaan imigrasi di Batam.
Dalam konferensi pers di Kantor TPI Batu Ampar, Minggu (29/3), Ujo menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri laporan melalui data perlintasan dan rekaman CCTV.
Seorang agen perjalanan berinisial AS diduga masuk ke area pemeriksaan dan meminta uang sebesar 250 dolar Singapura (Rp3,2 juta) kepada WNA berinisial NAY. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 dolar Singapura (Rp2 juta) diduga diserahkan kepada salah satu oknum petugas di ruang pemeriksaan tanpa sepengetahuan atasan langsung.
"Hasil penelusuran awal menunjukkan adanya satu identitas yang tidak sesuai, sementara satu lainnya mengarah pada WNA asal Myanmar berinisial NAY yang masuk melalui Pelabuhan Batam Center pada 14 Maret 2026,” ujarnya kepada wartawan.
Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa NAY tidak memiliki tiket kembali, salah satu syarat masuk ke wilayah Indonesia. Petugas kemudian mengarahkan yang bersangkutan ke ruang pemeriksaan lanjutan untuk pendalaman. Di situlah praktik pungli yang mencoreng nama bangsa terjadi.
"Temuan ini masih dalam pendalaman. Kami tidak akan menoleransi praktik di luar ketentuan,” tegas Ujo. (HK/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved