Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Jembatan Ambles di Kupang Timur Lumpuhkan Akses Darat Pulau Timor, Jalur Darurat Segera Dibuka

Palce Amalo
26/3/2026 18:17
Jembatan Ambles di Kupang Timur Lumpuhkan Akses Darat Pulau Timor, Jalur Darurat Segera Dibuka
Pemerintah Provinsi NTT bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menurunkan alat berat dan mulai membuka jalur alternatif di sisi kiri jembatan yang rusak.(MI/Palce)

AKSES utama transportasi darat di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), lumpuh total setelah jembatan di perbatasan Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, dan Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, ambles sedalam sekitar 1,3 meter pada Kamis (26/3/2026) pukul 05.00 Wita.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menurunkan alat berat dan mulai membuka jalur alternatif di sisi kiri jembatan yang rusak. Proses pengerjaan akses darurat tersebut kini sedang berlangsung di lapangan.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengatakan jalur alternatif akan dibangun menggunakan sistem crossway agar tetap bisa dilalui kendaraan, termasuk kendaraan logistik, selama proses perbaikan jembatan berlangsung. “Target kita minimal tiga hari sudah bisa digunakan, maksimal lima hari, dengan catatan cuaca mendukung. Kita doakan cuaca baik supaya pekerjaan cepat selesai,” ujarnya.

Ia menegaskan ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Kota Kupang dengan sejumlah wilayah di Pulau Timor seperti Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, hingga Malaka, bahkan menjadi akses menuju Timor Leste. “Dampaknya sangat besar. Perputaran ekonomi terhambat dan distribusi kebutuhan masyarakat tidak berjalan lancar. Karena itu kita harus bertindak cepat,” katanya.

Saat ini, kendaraan besar seperti truk belum dapat melintas akibat kondisi jembatan yang rusak parah. Jalur darurat sementara hanya bisa dilalui kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil pick up dengan pembatasan ketat. “Kita tidak mau ambil risiko. Kalau jembatan patah total, kendaraan bisa terjun bebas dan berpotensi menimbulkan korban,” tegas Johni Asadoma.

Pemerintah pusat juga dipastikan akan turun tangan mempercepat penanganan, mengingat status jalan tersebut merupakan jalur nasional. Amblesnya jembatan diduga dipicu faktor alam seperti pergerakan tanah serta melemahnya struktur bangunan.

Di lokasi kejadian, arus lalu lintas terpantau tersendat dengan antrean kendaraan yang mengular. Sejumlah kendaraan, termasuk truk bermuatan batu dari arah selatan seperti Kolbano, tertahan di lokasi. Selain itu, angkutan kota, mobil pikap, hingga kendaraan pribadi juga ikut terjebak kemacetan, dengan antrean mencapai ratusan meter. Rata-rata muatan truk yang tertahan diperkirakan berkisar antara 7 hingga 8 ton.

Nyongki, salah satu sopir truk, mengatakan para pengemudi memilih menunggu karena khawatir melintas di jembatan yang rusak. “Saya sudah menunggu sejak jam 5 pagi,” ujarnya.

Warga menyebut antrean bahkan mencapai arah Takari, sementara sebagian kendaraan tertahan di percabangan jalan. Pemerintah berharap jalur darurat segera difungsikan agar konektivitas antarwilayah di Pulau Timor kembali pulih dan aktivitas distribusi logistik masyarakat dapat berjalan normal. (PO/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya