Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang melanda Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah hingga Kamis (26/3/2026) siang, belum sepenuhnya surut. Tingginya debit air bahkan mengganggu arus balik pemudik yang hendak menuju Jabodetabek.
Pemantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan pemudik dari Purwokerto mengalami kemacetan sejak turunan Fly Over Dermoleng, Kecamatan Ketanggungan. Kendaraan hendak menuju jalan tol melalui Gerbang Tol (GT) Pejagan.
Seorang pemudik, Idin, 47, terjebak kemacetan dengan kondisi mobil terendam air. "Mobil saya macet sejak tadi malam karena terendam air," ujar Idin, yang bersama keluarganya hendak kembali ke Tangerang. "Ya, masih menunggu mekanik untuk membetulkan mobil," jelasnya.
Data terbaru menunjukkan sedikitnya tujuh desa terdampak akibat meluapnya Sungai Babakan saat hujan deras melanda wilayah tersebut pada Rabu (25/3/2026) malam hingga Kamis dini hari.
Camat Ketanggungan, Nuridin, menyampaikan tujuh desa terdampak banjir yakni Desa Cikeusal Lor, Buara, Kubangwungu, Karangmalang, Ketanggungan, Padakaton, dan Dukuhturi.
Di Desa Cikeusal Lor, banjir merendam sejumlah permukiman. Di RW 04 (Dukuh Campur) tercatat sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak, RW 03 sebanyak 100 KK, dan RW 07 sebanyak 25 KK. "Selain itu, satu warga di RW 07 mengalami luka akibat tertimpa tembok, serta dua ekor sapi dilaporkan mati terbawa arus," kata Nuridin, Kamis (26/3/2026).
Sementara di Desa Buara, banjir melanda lima RW, yakni RW 01 sekitar 158 rumah, RW 02 sekitar 120 rumah, RW 03 sekitar 100 rumah, RW 05 sekitar 30 rumah, dan RW 07 sekitar 160 rumah. Selain itu, Jembatan Cikrowok dilaporkan amblas dan 13 ekor kambing hanyut terbawa arus.
Di Desa Kubangwungu, genangan air setinggi lutut orang dewasa menggenangi Jalan Nasional sehingga tidak dapat dilalui kendaraan kecil. "Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut," terang Nuridin.
Banjir juga berdampak luas di Desa Karangmalang. Lima RW terdampak, yakni RW 01 sekitar 510 rumah, RW 02 sebanyak 526 rumah, RW 03 sebanyak 321 rumah, RW 04 sebanyak 523 rumah, dan RW 05 sebanyak 305 rumah. "Hampir seluruh wilayah desa ini terendam. Bahkan, dua rumah milik warga dilaporkan roboh," jelas Nuridin.
Di Desa Ketanggungan, ratusan rumah juga terendam banjir, meliputi RW 01 sebanyak 512 rumah, RW 02 sebanyak 428 rumah, RW 03 sebanyak 563 rumah, RW 04 sebanyak 368 rumah, dan RW 05 sebanyak 578 rumah.
Di Desa Padakaton, sekitar 1.000 KK terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 50 sentimeter. Sedangkan di Desa Dukuhturi, banjir merendam tiga RW. Di RW 01 terdapat 550 rumah dengan 690 KK terdampak, RW 02 sebanyak 574 rumah dengan 709 KK terdampak, dan RW 03 sebanyak 265 rumah dengan 310 KK terdampak.
"Rata-rata ketinggian air berkisar antara 50 sentimeter hingga 170 sentimeter. Itu akibat hujan yang terjadi sejak semalam. Meski sempat surut, kemungkinan masih bisa terjadi banjir susulan mengingat cuaca dan debit aliran sungai masih deras," papar Nuridin. (JI/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved