Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Instruksikan Penyiagaan 10 Pompa di Rejoso

Faishol Taselan
26/3/2026 16:56
Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Instruksikan Penyiagaan 10 Pompa di Rejoso
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir di Kecamatan Rejoso, Pasuruan, Kamis (26/3).(MI/Faisol Taselan)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur menggerahkan 10 pompa air untuk mengatasi genangan nanjir yang terjadi di Kecamatan Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur.

"Ini solusi jangka pendek agar air yang menggenangi rumau warga bisa surut," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Rejoso, Pasuruan, Kamis (26/3).

Saat meninjau lokasi terdampak, Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan perlunya langkah-langkah efektif dan strategis jangka panjang untuk mengatasi persoalan yang telah menjadi agenda tahunan tersebut.

Salah satu tantangan utama di lapangan adalah kondisi teknis saat air sungai meluap. Terdapat 10 pompa air yang disiagakan enam milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jatim dan empat milik Pemkab setempat namun tidak semuanya dapat dioperasikan secara maksimal saat puncak banjir.

"Kendalanya adalah ketinggian air di sungai saat ini sejajar dengan air yang menggenangi daratan. Jika dipompa sekarang, tidak ada ruang pembuangan karena air sungai juga sedang tinggi. Kita harus menunggu air sungai surut terlebih dahulu agar proses pemompaan bisa efektif," kata Khofifah.

Meskipun proses normalisasi di Sungai Rejoso sebagian telah dilakukan, fokus kini beralih pada banyaknya anak sungai yang menyumbang debit air ke pemukiman dan lahan pertanian. Karena itu, Pemprov Jatim mendorong duduk bersama antarinstansi untuk memastikan seluruh anak sungai terkoneksi dengan baik hingga ke muara laut.

"Normalisasi anak sungai harus dipastikan sampai ke hilir. Jika alirannya terkoneksi langsung ke laut, maka pembuangan air akan jauh lebih cepat dan meminimalisir genangan di daratan," tambahnya.

Selain infrastruktur, dampak ekonomi terhadap sektor pertanian juga menjadi perhatian serius. "Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah setempat kini tengah melakukan pendataan intensif terhadap lahan sawah yang terendam," katanya.

Jika data menunjukkan adanya gagal panen atau puso akibat rendaman banjir, Pemprov Jatim berkomitmen memberikan bantuan benih kepada para petani terdampak guna mempercepat pemulihan produksi pangan.(E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya