Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Saat Keheningan Nyepi Bertemu dengan Gema Takbir, Potret Indah Toleransi Bali

mediaindonesia.com
18/3/2026 19:39
Saat Keheningan Nyepi Bertemu dengan Gema Takbir, Potret Indah Toleransi Bali
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menyapa masyarakat yang mengikuti upacara Tawur Kesanga di Areal Catus Pata Kota Singaraja, Rabu (18/3/2026).(Antara)

Tahun 2026 menjadi catatan sejarah yang istimewa bagi kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya di Bali. Berdasarkan kalender astronomi dan penetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, malam takbiran menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 19 Maret 2026. Tanggal tersebut bertepatan persis dengan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Pertemuan dua momen besar ini—keheningan total Nyepi dan gegap gempita Malam Takbiran—menjadi ujian sekaligus bukti nyata betapa kuatnya akar toleransi di Pulau Dewata. Di tengah sunyinya Catur Brata Penyepian, umat Muslim di Bali tetap merayakan kemenangan dengan cara yang sangat khidmat dan penuh penghormatan terhadap tradisi lokal.

Harmonisasi Ibadah dalam Kesunyian

Bagi warga Muhammadiyah di Bali, malam takbiran tahun ini dijalankan dengan protokol khusus. Berdasarkan imbauan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pelaksanaan takbiran dilakukan tanpa menggunakan pengeras suara luar dan tanpa konvoi kendaraan.

Gema takbir dilakukan di dalam masjid atau rumah masing-masing dengan volume suara yang terbatas. Hal ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan umat Hindu yang sedang melaksanakan Amati Geni (tidak menyalakan api/cahaya) dan Amati Lelanguan (tidak mengadakan hiburan).

Aturan Khusus Takbiran saat Nyepi di Bali

Untuk memastikan kedua ibadah berjalan beriringan tanpa gesekan, otoritas terkait di Bali telah menetapkan beberapa poin kesepakatan:

  • Takbiran di Masjid: Dilaksanakan dengan lampu yang sangat minim dan suara yang hanya terdengar di dalam ruangan (internal speaker).
  • Tanpa Pawai: Tradisi takbir keliling ditiadakan sepenuhnya karena berbenturan dengan larangan Amati Lelunganan (tidak bepergian).
  • Sinergi Keamanan: Kolaborasi antara Pecalang dan remaja masjid diperkuat untuk memastikan ketertiban di lingkungan sekitar tempat ibadah.
  • Persiapan Shalat Id: Karena Nyepi berakhir pada pukul 06.00 WITA (20 Maret), pergerakan jamaah menuju lokasi shalat Id baru diperbolehkan setelah waktu tersebut.

Makna di Balik Pertemuan Dua Hari Besar

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan pesan kuat tentang moderasi beragama. Nyepi mengajarkan manusia untuk melakukan introspeksi diri dalam keheningan, sementara Takbiran adalah ekspresi syukur atas kemenangan melawan hawa nafsu. Keduanya memiliki muatan spiritual yang sama: pengendalian diri.

People Also Ask (FAQ)

Apakah ada shalat Idul Fitri di Bali saat Nyepi?

Shalat Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal 20 Maret, tepat setelah masa Nyepi berakhir pada pukul 06.00 WITA. Ibadah shalat Id tetap bisa dilaksanakan secara normal di lapangan atau masjid setelah waktu tersebut.

Bagaimana koordinasi keamanan saat malam takbiran?

Pecalang tetap bertugas menjaga lingkungan sesuai aturan adat, sementara tokoh agama Muslim memastikan jamaah mengikuti kesepakatan bersama terkait volume suara dan penggunaan cahaya.

Apakah toko kebutuhan Lebaran buka saat Nyepi?

Seluruh pasar, toko, dan mal di Bali tutup total selama Nyepi. Warga diimbau menyelesaikan belanja kebutuhan Idul Fitri maksimal dua hari sebelum Nyepi dimulai.

Kegiatan Protokol Nyepi 2026
Malam Takbiran Hanya di dalam masjid/rumah, tanpa pengeras suara luar.
Cahaya Masjid Minimalis (tidak mencolok ke luar).
Mobilisasi Massa Dilarang (Amati Lelunganan).
Shalat Idul Fitri Dilaksanakan normal setelah pukul 06.00 WITA (20 Maret).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik