Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Inflasi Tinggi Kalsel Galakkan Gerakan Pangan Murah

Denny Susanto
16/3/2026 22:59
Inflasi Tinggi Kalsel Galakkan Gerakan Pangan Murah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menggalakkan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Idul Fitri 1447 H.(MI/Denny Susanto)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan terus menggalakkan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus upaya menekan tingginya angka inflasi di wilayah tersebut. Ribuan paket kebutuhan pokok dibagikan secara gratis kepada masyarakat pada momen GPM yang digelar Pemprov Kalsel, Senin (16/3).

"Kegiatan gerakan pangan murah ini terus kita lakukan di seluruh daerah selama ramadhan terlebih menjelang Idul Fitri. Ini juga berkaitan dengan upaya kita menekan tingginya harga kebutuhan pokok masyarakat serta, inflasi yang terjadi," ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifudin, saat membuka kegiatan GPM yang dipusatkan di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel di Banjarbaru.

Dikatakannya tingginya inflasi di Kalsel dipengaruhi lonjakan harga  emas dan listrik, selain pemicu lainnya seperti tiket pesawat dan harga sejumlah komoditas. Sebelumnya Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0,86% secara bulanan (month to month/mtm) pada Februari 2026 dan 5,97% secara tahunan (year on year/yoy). Angka inflasi ini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi menegaskan stok kebutuhan pokok di Kalsel terutama telur, daging dan minyak goreng sangat mencukupi. "Untuk stok kebutuhan pokok masyarakat di Kalsel aman dan sangat mencukupi. Namun memang ada kenaikan harga menjelang Idul Fitri," ujarnya.

Dalam GPM kali ini empat SKPD menjadi penyelenggara yaitu Dinas DPKP, Dinas Bunak, Dinas ESDM dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel. Kebutuhan pokok yang dijual kepada masyarakat rata-rata lebih murah 30 persen dari harga pasaran. Bahkan ada sekitar 1.500 paket kebutuhan pokok dibagikan secara gratis kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

"Untuk harga kita subsidi 30% dari harga pasaran. Ada juga yang kita bagikan gratis kepada masyarakat, juga bonus-bonus," kata Syamsir Rahman, Kepala Dinas PKP Provinsi Kalsel yang ikut membantu berjualan di stand Disbunak. Pantauan Media kegiatan GPM ini ramai diserbu masyarakat untuk mendapat aneka kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik