Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Lonjakan Arus Mudik dan Balik Dari Jakarta ke Bandung Diprediksi Meningkat 16%

Bayu Anggoro
15/3/2026 22:56
Lonjakan Arus Mudik dan Balik Dari Jakarta ke Bandung Diprediksi Meningkat 16%
Antrean kendaraan di gerbang tol Kalihurip Utama.(MI/Bayu Anggoro)

VOLUME kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Bandung pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 diprediksi meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh durasi libur yang lebih panjang serta penerapan kebijakan kerja yang lebih fleksibel.

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, memprediksi, arus mudik dari arah Jakarta menuju Bandung pada periode H-10 hingga H+10 Lebaran 2026 ini mencapai 786 ribu unit. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 3,3% dari momentum Lebaran 2025, atau melonjak 15,8% dibanding kondisi normal.

Bahkan, menurutnya lonjakan lebih tinggi diprediksi terjadi pada arus balik. Kendaraan yang meninggalkan Bandung menuju arah Jakarta melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama diperkirakan mencapai 790 ribu unit.

Jumlah ini meningkat 16,1% dari angka normal dan naik 4,3% dibandingkan momen Lebaran 2025. Agni menilai faktor utama peningkatan ini adalah periode libur panjang yang mencapai hampir tiga minggu.

"Selain periode libur yang lebih lama, adanya penetapan WFH dan WFA membuat masyarakat memiliki fleksibilitas lebih untuk berwisata dan bersilaturahmi," kata Agni di Bandung, Minggu (15/3). Maka dari itu, dia mengimbau masyarakat agar senantiasa dalam berkendara terutama dalam kondisi lalu-lintas yang padat.

Pada ruas tol Cipularang-Cisumdawu, menurutnya terdapat sejumlah titik krusial yang harus diperhatikan pemudik. Titik rawan kepadatan/antrean kendaraan diprediksi terjadi pada sejumlah rest area saat kapasitas parkir mulai penuh.

Menurutnya rest area krusial di jalur menuju Bandung yang akan terjadi kepadatan yakni di KM 72 dan KM 88. Sedangkan untuk arus balik, titik pantau berada di KM 125B, KM 97B, KM 88B, serta simpul Dawuan.

Dia menambahkan, kepadatan kendaraan di Tol Cipularang biasanya mulai meningkat setelah pukul 15.00. "Bertepatan dengan waktu check out hotel dan aktivitas mencari buah tangan," katanya.

Dia mengimbau pemudik untuk memantau kondisi rest area secara berkala dan tidak memaksakan berhenti di bahu jalan jika area parkir sudah penuh. "Masyarakat juga disarankan melakukan perjalanan lebih awal, antara pukul 12.00 hingga 15.00, untuk menghindari puncak kepadatan sore hari," katanya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya