Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

BBM Langka di Pantura–Timur Aceh, Sejumlah SPBU Tutup karena Stok Habis

Amiruddin Abdullah Reubee
09/3/2026 10:25
BBM Langka di Pantura–Timur Aceh, Sejumlah SPBU Tutup karena Stok Habis
SPBU Keude Pante Breueh, Kecamatan Baktiya Aceh Utara tutup tidak beroperasi karena BBM kosong.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

ANTREAN panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Provinsi Aceh mulai berangsur berkurang setelah berlangsung selama enam hari terakhir. Namun, di saat kepadatan antrean mulai mereda, sebagian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan pantai utara dan timur Aceh justru mengalami kekosongan stok.

Pantauan di sejumlah daerah menunjukkan kondisi antrean yang sebelumnya terjadi di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie mulai normal. Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sebelumnya sempat mengalami panic buying cukup besar.

Aparat kepolisian turut melakukan pengawasan di sejumlah SPBU di wilayah Tanah Gayo untuk memastikan distribusi BBM berjalan tertib dan mencegah pembelian dalam jumlah berlebihan.

Namun, persoalan baru muncul di wilayah pantai utara dan timur Aceh yang berbatasan dengan Selat Malaka. Sejumlah SPBU di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang dilaporkan tidak beroperasi karena kehabisan stok BBM.

Kekosongan tersebut tidak hanya terjadi pada BBM bersubsidi seperti pertalite dan solar, tetapi juga pada jenis non-subsidi seperti pertamax dan biosolar. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kepanikan baru di tengah masyarakat.

Berdasarkan penelusuran di jalur nasional Banda Aceh–Medan pada Sabtu hingga Minggu (8/3), beberapa SPBU yang tutup karena stok habis antara lain SPBU Kuta Lawah di Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur; SPBU Ceumpedak di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara; serta SPBU Keude Pante Breueh Breueh di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Musafir, warga Banda Aceh yang baru kembali dari Aceh Tamiang, mengaku kesulitan mendapatkan BBM sepanjang perjalanan menuju ibu kota provinsi tersebut.

“Saya pulang dari Aceh Tamiang ke Banda Aceh sangat sulit mendapatkan BBM. Banyak SPBU tutup dan hanya memasang papan pengumuman bahwa pertalite atau pertamax sedang dalam pengiriman,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab kekosongan BBM di sejumlah SPBU tersebut, apakah karena keterlambatan pasokan dari depo Pertamina atau faktor lainnya. Namun kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pernyataan pemerintah yang sebelumnya menyebut stok BBM aman.

Rektor Universitas Batam (UNIBA) Profesor Dr. Samsul Rizal menilai kelangkaan BBM di tengah meningkatnya kepanikan masyarakat sangat disayangkan. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi di tengah beredarnya isu keterbatasan stok BBM nasional.

“Untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa stok BBM cukup, ketersediaan di SPBU harus selalu ada. Kalau masyarakat melihat SPBU kosong, tentu kepercayaan itu sulit terbentuk,” kata Samsul Rizal, Minggu (8/3).

Ia menjelaskan panic buying dapat memperburuk kondisi distribusi BBM, terutama jika masyarakat membeli dalam jumlah besar atau bahkan menimbun untuk dijual kembali saat terjadi kelangkaan.

“Meskipun SPBU buka 24 jam, kalau panic buying tidak mereda tentu persediaannya tidak akan mencukupi. Lebih parah lagi jika ada yang membeli menggunakan drum lalu menyimpannya untuk dijual saat BBM langka,” ujarnya.

Samsul Rizal menyarankan agar Pertamina menambah kuota pasokan BBM ke SPBU di Aceh, terutama menjelang Idulfitri 1447 Hijriah ketika konsumsi bahan bakar meningkat signifikan.

Menurut dia, peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi menjelang hari raya biasanya membuat permintaan BBM melonjak tajam.

“Mungkin sekarang sudah dua kali lipat lonjakan pembelian. Pertama karena kepanikan akibat isu stok nasional terbatas, kemudian masyarakat membeli lebih banyak dari biasanya untuk persiapan hari raya dua pekan lagi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi BBM agar tidak terjadi penimbunan oleh pihak tertentu yang dapat memperburuk kelangkaan di masyarakat. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya