Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Buka Rute ke Tiga Provinsi, AirAsia Incar Pasar 67 Juta Wisatawan Sulawesi

Lina Herlina
08/3/2026 22:26
Buka Rute ke Tiga Provinsi, AirAsia Incar Pasar 67 Juta Wisatawan Sulawesi
Ilustrasi(Dok AirAsia)

BERDASARKAN data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2025, pergerakan wisatawan Nusantara ke Sulawesi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara, lebih dari 67,4 juta perjalanan. Angka fantastis inilah yang coba digarap maskapai penerbangan dengan menghadirkan konektivitas yang tak hanya menghubungkan Jawa dan Sulawesi, tetapi juga terintegrasi hingga ke kota-kota sekunder seperti Palu, Kendari, dan Luwuk, serta tersambung dengan jaringan internasional menuju Kuala Lumpur.

Potensi pasar yang menggiurkan menjadi alasan utama di balik ekspansi AirAsia membuka rute perdana Surabaya-Makassar, yang dimulai Sabtu (7/3). Dengan nomor penerbangan QZ 734.

Pesawat yang tiba pukul 07.29 Wita di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tersebut membawa 110 penumpang dari Surabaya dan langsung disambut dengan water salute sebagai simbol penyambutan resmi.

Captain Achmad Sadikin Abdurachman, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, mengungkapkan bahwa pembukaan rute ini merupakan respons langsung terhadap tingginya mobilitas masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Pembukaan rute Surabaya-Makassar ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas konektivitas nasional, khususnya menuju kawasan Indonesia Timur. Makassar kami perkuat perannya sebagai virtual hub yang memudahkan masyarakat menjangkau berbagai kota seperti Luwuk, Palu, dan Kendari dalam satu rangkaian perjalanan.

"Kami berharap kehadiran layanan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pariwisata, serta membuka lebih banyak peluang bagi pergerakan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia," ujar Sadikin.

Data BPS membuktikan besarnya potensi yang dimaksud. Di Sulawesi Selatan saja, perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai lebih dari 42,5 juta perjalanan sepanjang 2025. 

Sementara di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 11,6 juta perjalanan, dan di Sulawesi Tenggara sekitar 13,3 juta perjalanan pada periode yang sama. Angka-angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang membutuhkan dukungan konektivitas transportasi udara yang memadai.

Sadikin menambahkan, konektivitas ini telah terintegrasi dengan jaringan AirAsia Group. Penumpang dari Luwuk, Palu, dan Kendari kini dapat terhubung melalui Makassar dan melanjutkan perjalanan internasional dengan layanan fly-thru menuju Kuala Lumpur tanpa perlu mengurus urusan imigrasi di Makassar.

"Dengan skema tersebut, masyarakat dari berbagai kota di Sulawesi memiliki akses yang lebih luas ke destinasi internasional dalam satu rangkaian penerbangan. Integrasi jaringan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi, sekaligus memperkuat pergerakan wisatawan nusantara melalui pilihan perjalanan yang lebih terhubung dan efisien," jelasnya.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menyambut positif langkah strategis AirAsia. Menurutnya, pembukaan rute yang terintegrasi dengan Palu, Kendari, dan Luwuk ini menjadi langkah positif dalam memperkuat pergerakan antarkota di Indonesia Timur.

"Kami mengapresiasi langkah AirAsia yang selama ini telah melayani rute internasional Makassar-Kuala Lumpur dan kini memperluas layanan domestik. Tambahan layanan ini menunjukkan kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar di Makassar dan sekitarnya," ujar Minggus.

Pada penerbangan perdana ini, AirAsia mengalokasikan 8 frekuensi penerbangan. Minggus berharap jumlah ini terus bertambah, terutama menjelang arus mudik.

"Alhamdulillah jelang arus mudik, masyarakat bisa merasakan layanan AirAsia. Kami berharap penerbangan internasionalnya bisa ditambah, bukan hanya ke Kuala Lumpur saja," tambahnya.

Minggus menegaskan kesiapan Bandara Sultan Hasanuddin yang kini telah bertransformasi besar. Dari luas terminal sebelumnya 51 ribu meter persegi, kini berkembang menjadi 166 ribu meter persegi dan beroperasi penuh 24 jam. Dengan kapasitas terminal hingga menampung 15 juta penumpang per tahun.

"Objek wisata di sekitar kita cukup bagus. Kami akan mengoneksikan penerbangan ini dengan destinasi unggulan seperti Taman Nasional Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, Tana Toraja, Mamuju, dan Bone. Bandara ini bisa mendistribusikan semua, tidak hanya Sulsel, karena AirAsia hadir dengan harga bersaing," jelas Minggus.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Dengan hadirnya rute baru ini, arus pergerakan masyarakat antar pulau diharapkan dapat berlangsung lebih lancar dan terjangkau. 

Ketersediaan akses udara yang semakin terintegrasi antara Surabaya dan sejumlah kota di Sulawesi diyakini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas pasar bagi pelaku usaha, membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pariwisata, dan yang pasti memperkuat pemerataan konektivitas di kawasan Indonesia Timur. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya