Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berencana meluncurkan aplikasi perlindungan khusus bagi pengemudi ojek online (ojol) perempuan di wilayah Jawa Tengah. Aplikasi tersebut disiapkan sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan para driver perempuan saat bekerja di jalan.
Rencana peluncuran aplikasi itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri acara Ngabuburide Berenergi di kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah di Semarang, Jumat (6/3).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, gagasan aplikasi tersebut muncul setelah dirinya berdialog dengan komunitas driver ojol perempuan atau yang kerap disebut srikandi ojol.
“Hasil saya ngobrol dengan srikandi ojol, ada juga Komunitas Kebaya dari Purwokerto. Mereka menyampaikan berbagai keluhan. Katanya Jawa Tengah relatif aman, namun kami akan melaunching program perlindungan untuk menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” ujarnya.
Melalui aplikasi tersebut, driver ojol perempuan nantinya dapat menekan tombol darurat yang akan langsung terhubung dengan lingkungan sekitar, termasuk pengurus RT setempat. Fitur ini diharapkan dapat membantu memberikan respons cepat jika terjadi tindakan tidak menyenangkan saat driver menjalankan pekerjaannya.
Taj Yasin menambahkan, program ini tidak hanya akan diterapkan di Semarang, tetapi juga akan diperluas ke berbagai kota lain di Jawa Tengah. “Nanti bukan hanya di Kota Semarang, namun juga di kota-kota lain di Jawa Tengah supaya ada keamanan di jalan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga menyampaikan apresiasinya kepada para driver ojol yang dinilai memiliki kontribusi penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia mengaku cukup sering menggunakan layanan ojol dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, dirinya kerap menyempatkan diri bertemu dengan para pengemudi saat mereka sedang menunggu penumpang.
Menurutnya, keberadaan pengemudi ojol turut mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Ia berharap pada momentum libur Lebaran mendatang, jumlah pesanan bagi para driver ojol akan meningkat seiring bertambahnya wisatawan yang berkunjung.
Pada acara tersebut, selain bersilaturahmi dengan para driver ojol, Taj Yasin juga bertemu dengan anak yatim serta mahasiswa asal Aceh dan Sumatera Utara yang terdampak bencana dan kini berada di Semarang.
TANGGAPAN KOMUNIAS OJOL
Perwakilan Komunitas Ojol Semarang, Dewi, menyambut baik rencana peluncuran aplikasi perlindungan tersebut. Ia menilai langkah itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keamanan pekerja perempuan di sektor transportasi daring.
Dewi mengakui pekerjaan sebagai driver ojol masih sering dipandang sebelah mata dan memiliki risiko menghadapi perlakuan tidak menyenangkan. Meski demikian, selama tujuh tahun bekerja sebagai driver, ia belum pernah mengalami kekerasan fisik.
Ia hanya pernah mengalami kekerasan verbal ketika mengantar penumpang dari Semarang menuju Salatiga. “Saya berterima kasih perhatian Pemprov Jawa Tengah yang sangat melindungi perempuan. Mantap,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Semarang, M. Haikal Zalfah. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada mahasiswa Aceh yang terdampak bencana.
Menurutnya, bantuan dari Pemprov Jawa Tengah tidak hanya diberikan selama tiga bulan pertama, tetapi masih terus diperhatikan hingga saat ini. “Kami selaku mahasiswa Aceh di Semarang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemprov Jawa Tengah,” katanya.(E-2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved