Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan tetap terjaga. Hal itu disampaikannya saat meninjau Posko Banjir di Masjid Al Huda, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Senin (19/1).
Setibanya di lokasi, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin langsung berkeliling posko dan menyapa para pengungsi. Ia menaruh perhatian khusus pada sejumlah lansia yang tampak lemas. Setelah melakukan pengecekan singkat, Gus Yasin segera meminta Dinas Kesehatan mengevakuasi dua lansia ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. "Tadi sudah langsung kami hubungi pihak rumah sakit. Insyaallah hari ini juga langsung dievakuasi,” ujarnya.
Di Posko Masjid Al Huda, sekitar 250 warga masih bertahan di pengungsian. Gus Yasin bahkan melakukan peninjauan sebanyak dua kali, siang dan sore hari, guna memastikan kondisi pengungsi tetap terpantau serta menambah jumlah petugas medis di lokasi. “Yang utama adalah keselamatan dan kesehatan warga. Itu yang kami dahulukan,” tegasnya.
Selain layanan kesehatan, Wagub juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan logistik yang terkoordinasi. Ia meminta relawan dan masyarakat berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial agar distribusi bantuan merata dan tepat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp182.236.270 yang terdiri dari logistik makanan dan nonmakanan, satu ton beras, serta obat-obatan untuk kebutuhan pengungsi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Pekalongan Muhammad Ali menjelaskan, banjir disebabkan curah hujan tinggi yang memicu meluapnya Sungai Bremi. Ketinggian air sempat mencapai 130 sentimeter dan memaksa ratusan warga mengungsi sejak Jumat (16/1). “Kondisi saat ini mulai membaik. Ketinggian air berangsur turun berkat berkurangnya intensitas hujan dan upaya pompanisasi,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, banjir berdampak pada 2.362 kepala keluarga atau 14.210 jiwa di tujuh desa pada lima kecamatan, yakni Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, dan Wonokerto. Dari jumlah tersebut, sebanyak 945 jiwa sempat mengungsi. (E-2)
Salah satu wilayah yang mengalami dampak parah adalah Dukuh Tugurejo, Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved