Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK rehabilitasi dan renovasi di lingkungan Yayasan MIS Al Falah, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, menuai sorotan. Nilai pagu anggaran yang tercantum pada papan proyek mencapai Rp24.644.421.190 untuk enam item pekerjaan. Angka yang tidak kecil untuk ukuran satuan pendidikan dasar itu kini memunculkan tanda tanya soal transparansi dan pelibatan pihak yayasan.
Sekretaris Yayasan MIS Al Falah, Syarhan Panggabean, yang mewakili ketua yayasan, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan maupun pengawasan proyek yang berlangsung di area lembaga pendidikan tersebut.
“Kami, baik ketua maupun saya sebagai sekretaris, tidak pernah diajak berkoordinasi, baik terkait teknis pekerjaan maupun pengawasan. Tetapi ketika menyangkut tanggung jawab, nama yayasan yang disebut,” ujar Syarhan kepada Media Indonesia, Selasa (3/3).
Menurut dia, minimnya komunikasi itu menimbulkan pertanyaan serius mengenai posisi dan kewenangan yayasan dalam proyek yang berlangsung di lingkungan sekolah yang berada di bawah naungannya. Syarhan bahkan mengaku tidak mengetahui secara rinci besaran anggaran maupun rincian pekerjaan yang tengah berjalan.
Untuk mencari kejelasan, pihak yayasan telah mendatangi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatra Utara serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Utara guna mempertanyakan peran yayasan dalam proyek tersebut.
“Kami meminta penjelasan resmi terkait fungsi dan tanggung jawab yayasan, termasuk kepastian nilai pagu anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan di MIS Al Falah,” katanya.
Sorotan juga mengarah pada komposisi tenaga kerja di lokasi proyek. Sejumlah pihak menilai pekerja yang dilibatkan diduga bukan berasal dari Tapanuli Utara. Namun, Syarhan kembali menegaskan dirinya tidak mengetahui proses perekrutan tenaga kerja tersebut. “Saya juga tidak dilibatkan dalam hal itu,” ujarnya.
Ia kemudian mempersilakan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada pelaksana proyek yang disebut ditunjuk oleh PT Lestari Asi Sejahtera. Hingga berita ini diturunkan, Aman Sitompul selaku pelaksana proyek yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/3), belum memberikan tanggapan.
Minimnya pelibatan yayasan dalam proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini memunculkan pertanyaan publik tentang tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas penggunaan anggaran di sektor pendidikan keagamaan. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved