Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
IKA NHI (Ikatan Alumni National Hotel Institute) Bandung siap mendukung dan mengamankan berbagai program dan kebijakan dari Kementerian Pariwisata. Pernyataan ini disampaikan Pengurus IKA NHI saat audiensi dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana di Jakarta, Jumat (27/2).
Pada pertemuan itu, Menteri Widiyanti didampingi Sekretaris Menteri Bayu Aji, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini Mohamad Paham, Deputi Bidang Industri dan Investasi Rizki Handayani Mustafa, Staf Khusus Bambang Andika dan Staf Khusus Apni Jaya Putra. Sementara itu, Tantowi Yahya selaku ketua umum IKA NHI didampingi oleh Ketua 3 Wisnu Aji Nugroho, Ketua 4 Zulkifli Harahap, Ketua 7 Ratih Astrokoesoemo dan Bendahara umum Tetty Martha Hutabarat serta beberapa pengurus lainnya.
Diskusi berlangsung intens lebih dari satu jam, melewati alokasi waktu yang disediakan yang menunjukkan perhatian serius dari Menteri terhadap isu-isu yang disampaikan.
“Sebagai anak kandung Kementerian Pariwisata, IKA NHI siap bermitra dengan Kemenpar. Bahkan lebih dari itu menurut Tantowi IKA NHI siap mendukung dan mengamankan berbagai program dan kebijakan dari Kementerian Pariwisata,” ujar Tantowi Yahya yang juga Duta Besar Keliling untuk kawasan Pasifik.
Tantowi menjelaskan, NHI sebagai sekolah perhotelan tertua di Tanah Air saat ini memiliki lebih dari 35 ribu alumni yang tersebar di seluruh dunia. Mereka sedang dan pernah menempati berbagai posisi strategis di pemerintah, industri dan berbagai organisasi. Mereka adalah aset yang bisa digunakan untuk membangun dan mengembangkan pariwisata di Indonesia.
Tantowi yang juga mantan Duta Besar RI untuk Selandia Baru ini melaporkan, sebelum ke Kemenpar IKA NHI sudah melakukan audiensi ke beberapa kementerian dan lembaga antara lain Komisi VII DPR RI, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan penyelenggara MICE terkemuka PACTO.
BANGUN SINERGITAS
Audiensi dilakukan dalam rangka membangun sinergitas dan membantu pemerintah khususnya dalam menyuksesan program pengiriman 500 ribu tenaga kerja terlatih ke luar negeri. IKA dengan segala pengalaman dan jaringan yang dimiliki dapat menjadi mitra dalam penyediaan dan pelatihan agar Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikirim terlatih dan sesuai dengan keinginan pasar.
Dalam kesempatan itu, IKA juga menyampaikan tentang perlunya pendidikan kepariwisataan untuk diajarkan kepada anak sejak dini agar masyarakat kita menjadi sadar pariwisata. Pemahaman tentang pariwisata perlu juga ditanamkan kepada para pemangku kepentingan di daerah karena destinasi dimiliki dan dikelola oleh provinsi, kabupaten dan kota.
“Oleh karenanya dalam waktu dekat, IKA NHI akan melakukan audiensi ke Kementerian Sosial selaku penanggung jawab Sekolah Rakyat dan Kementerian Dalam Negeri yang membawa pemerintahan di daerah,” imbuh Tantowi Yahya.
Sementara itu Menteri Widiyanti dan jajaran yang hadir menanggapi secara antusias semua isu yang disampaikan karena sejalan dengan roadmap Kemenpar. Untuk itu Menteri dan IKA NHI sepakat akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas berbagai isu yang menjadi perhatian bersama. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved