Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SATPOL PP Kota Yogyakarta mengintensifkan operasi penjangkauan gelandangan pengemis (gepeng) selama bulan Ramadan. Hasil operasi gepeng selama minggu pertama bulan Ramadan ini menjangkau dua orang gepeng.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan pada Satpol PP Kota Yogyakarta Dodi Kurnianto merincian, satu pengamen menggunakan obor ditemukan di simpang Giwangan dan satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan Kemendungan Giwangan.
“Operasi gepeng termasuk dalam salah satu operasi yang kami intensifkan dalam masa Ramadan ini, disamping terkait gangguan ketertiban umum yang lain,” kata Dodi dalam siaran pers, Selasa (24/2).
Keduanya lalu dibawa ke camp aessesment Dinas Sosial DIY karena penduduk luar kota dan ODGJ. Sejak Januari 2026 sampai sebelum puasa, Satpol PP Kota Yogyakarta juga sudah menertibkan 9 gepeng. Sedangkan selama tahun 2025 ditertibkan 148 gepeng.
“Rekan-rekan BKO Satpol PP yang kami tempatkan di kemantren juga melakukan operasi yang sama. Khususnya jika ada laporan atau aduan sekaligus temuan (gepeng di wilayah) di lapangan,” ungkap dia.
Penertiban gepeng dilakukan atas dasar Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis. Di samping itu juga mengacu Perda Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat. Selain penertiban, langkah-langkah koordinasi dengan instansi terkait sekaligus sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial dan media luar juga terus dilakukan.
“Penertiban dan penjangkauan yang kami lakukan ini juga merupakan bagian dalam menyukseskan program Pak Wali Kota terkait zero gepeng di Kota Yogyakarta,” ujar Dodi.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat mengatakan pihaknya akan terus melakukan operasi penjangkauan gepeng, termasuk selama bulan Ramadan. Pemkot Yogyakarta di bawah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), imbuh dia, sudah mempunyai shelter Pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di wilayah Kemantren Pakualaman.
“Jadi ada dua pola yang kita terapkan dalam operasi gepeng ini. Jadi pintu masuk utama tetap nanti di shelter gepeng di Dinsosnakertrans kota di Pakualaman. Kalau memang itu warga luar Kota Yogyakarta akan kita kirimkan ke camp assessment Dinas Sosial DIY di Mergangsan,” terang Octo usai jumpa pers giat Ramadan Pemkot Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Indrawati menyampaikan penempatan gepeng di shelter PPKS Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta bersifat sementara selama 7 hari. Shelter PPKS Kota Yogyakarta yang beroperasi mulai Januari 2026 memiliki kapasitas 10 orang. Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta mencatat sejak Januari-Februari 2026 total sudah melayani 9 orang di Shelter PPKS.
Mereka ada yang gelandangan, pengemis, ODGJ, dan orang terlantar serta berasal dari berbagai daerah, antara lain Yogyakarta, Bantul, Temanggung, Magelang, Gresik, Pekalongan dan Bandung.
“Di shelter ada proses penelusuran keluarga, assesment pelayanan kesehatan bila diperlukan dengan Puskesmas Pakualaman, termasuk identitasnya biometrik dengan Dindukcapil. Sifatnya (shelter) sementara," ungkap dia.
Tindakan selanjutnya sesuai dengan assesment, misalnya merujuknya ke camp assessment, ke balai, LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial), atau dikembalikan ke keluarga. (AT/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved