Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Anaknya Terperosok di Septic Tank Perusahaan, Kelompok Gajah Liar di Riau Mengamuk

Rudi Kurniawansyah
22/2/2026 22:57
Anaknya Terperosok di Septic Tank Perusahaan, Kelompok Gajah Liar di Riau Mengamuk
Penyelamatan anak gajah yang terperosok ke dalam septic tank di lahan PT Arara Abadi.(Dok.Istimewa)

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendapat laporan dari pihak PT Arara Abadi perihal adanya pengrusakan mess karyawan oleh kelompok gajah liar di Distrik Tapung PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Besar KSDA Riau menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tim medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas menuju lokasi.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono mengungkapkan bahwa kronologis kejadian bermula sekitar Pukul 22.00 - 00.00 WIB ada karyawan perusahaan yang melihat 3-4 ekor gajah berada di kawasan lindung perusahaan (greenbelt) yang jaraknya sekitar 10 meter dari mess karyawaan. 

"Terjadi interaksi negatif gajah sumatra diduga sang induk meminta pertolongan untuk menyelamatkan anaknya yang terperosok ke dalam septic tank," kata Supartono, Minggu (22/2) malam.

Dijelaskannya, pada mulanya menurut karyawan penampakan kelompok gajah tersebut sudah biasa karena lokasi tersebut merupakan lintasan gajah dari kelompok petapahan atau minas. 

Namun sekitar pukul 05.00 - 06.00 WIB, setelah waktu sahur ada sekitar 10 ekor gajah mengamuk dan meraung-raung sambil merusak 6 kamar mess karyawan. "Hal tersebut menyebabkan para karyawan keluar menyelamatkan diri keluar mess," ujarnya. 

Selanjutnya supartono mengatakan bahwa setelah situasi mulai reda dan kelompok gajah liar masuk ke greenbelt terdengar teriakan anak gajah, dan setelah dicari ditemukan satu ekor anak gajah terperosok di dalam septic tank diperkirakan dalamnya 2 - 2,5 m.

PENYELAMATAN ANAK GAJAH
Ia mengungkapkan, untuk mengeluarkan anak gajah yang terperosok di dalam septic tank, tim melakukan upaya secara manual dengan menarik anak gajah keluar dari dalam septic tank. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk mengevakuasi anak gajah tersebut. 

Anak gajah dilaporkan dalam kondisi sehat. Tim penyelamat satwa langsung mengembalikan anak gajah tersebut ke rombongan dan kini sudah bergabung kembali dengan kelompok tersebut.

"Anak gajah yang terperosok tersebut berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia lebih kurang 7 hari. Kemungkinan anak gajah lahir di greenbelt belakang mess karyawan," ujarnya.

Selanjutnya supartono mengatakan bahwa diduga penyebab gajah-gajah tersebut mengamuk dan merusak mess dikarenakan raungan anaknya yang terperangkap dalam septic tank.

Lokasi kejadian berada di permukiman mess karyawan, yang berbatasan langsung dengan area hutan lindung (greenbelt). Area ini juga menjadi tempat pergerakan rombongan gajah yang berasal dari kelompok gajah petapahan yang memiliki jumlah individu 11-13 ekor dengan wilayah jelajah daerah petapahan (Tapung - Minas).

BERTAHAN DI GREENBELT
Berdasarkan analisis tim, diperkirakan dalam beberapa hari ke depan, rombongan gajah akan tetap berada di kawasan hutan lindung atau greenbelt perusahaan. 

Hal ini disebabkan oleh kondisi anak gajah yang masih sangat muda dan belum mampu berjalan jauh, sehingga kemungkinan besar mereka akan tetap berada di area tersebut. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan pada bangunan atau mes dan 3 unit sepeda motor karyawan," jelasnya.

Terjadi interaksi negatif gajah sumatra diduga sang induk meminta pertolongan untuk menyelamatkan anaknya yang terperosok kedalam septic tank. Adanya kejadian ini memberikan informasi adanya peningkatan populasi gajah sumatra di kantong petapahan.

Tim mitigasi akan terus melakukan pemantauan pergerakan rombongan gajah ini, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat, yakni Polres Siak dan Polsek Minas, untuk merencanakan langkah-langkah lebih lanjut yang diperlukan dalam penanganan kejadian ini.

Supartono mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang jika bertemu dengan kelompok gajah liar dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan baik manusia maupun gajah.  "Selanjutnya dapat melaporkan kepada BBKSDA atau pihak berwajib terdekat," pungkasnya.(E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya