Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KECELAKAAN lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Tol Reformasi Km 7.200 Kota Makassar, Sabtu (21/2) siang. Sebuah mobil Toyota Raize dengan nomor polisi DD 1305 WA keluar kendali (out of control) hingga menabrak pembatas jalan. Insiden nahas ini merenggut nyawa pengemudi, sementara putrinya yang duduk di kursi penumpang berhasil selamat meski menderita luka-luka.
Kanit 6 PJR Ditlantas Polda Sulsel, AKP Tandiapun Pasiangan, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, mobil yang dikemudikan Wardana Mamung, 47 melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di Km 72+200, kendaraan diduga oleng ke kiri, menabrak pohon, lalu menghantam pagar pembatas tol hingga berhenti.
"Kami dapat informasi dari petugas PKP, kendaraan dari arah barat tiba di kilometer 72+200 out of control. Oleng ke kiri, pertama menabrak pohon, kemudian lanjut sampai di pagar pembatas tol. Di situ kendaraan berhenti," ujar AKP Tandiapun.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi yang berprofesi sebagai wiraswasta, yang merupakan istri dari Hariadi, anggota DPRD Sulsel dari Partai NasDem itu mengalami luka berat. Korban menderita patah tulang lengan kanan atas, robek dan patah pada pipi kanan, serta kepala pecah. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, penumpang mobil yang merupakan putri korban, Siti Fatimah Anggun Hb, 19, seorang pelajar, mengalami patah tulang pada tangan kiri. Ia masih dalam kondisi sadar dan segera mendapatkan pertolongan. Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar menggunakan kendaraan petugas tol untuk mendapatkan penanganan medis. Korban meninggal dunia tiba di RS Bhayangkara untuk proses lebih lanjut.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polrestabes Makassar yang dipimpin langsung oleh Kasatlantas AKBP Hj. Andi Husnaeni, telah bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian. Tim melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mengecek kondisi korban di rumah sakit.
"Hingga saat ini, proses penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Jasa Raharja terkait penanganan santunan bagi korban," ungkap AKBP Andi Husnaeni. (LN/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved