Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Kisah Putri Wulandari Menata Masa Depan Bersama Mitra Bukalapak

Naviandri
20/2/2026 20:00
Kisah Putri Wulandari Menata Masa Depan Bersama Mitra Bukalapak
Putri Wulandari, Juragan Mitra Bukalapak asal Kabupaten Bandung Barat, di depan kiosnya.(Dok.Bukalapak)

BAGI Putri Wulandari, seorang Juragan Mitra Bukalapak asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), masa depan bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan sesuatu yang harus dibangun dengan tangan sendiri. Berawal dari keinginan sederhana untuk tetap bisa mengasuh buah hati tanpa kehilangan penghasilan, Putri kini berhasil membuktikan bahwa warung kecil pun bisa menjadi pilar masa depan keluarga.

Setelah memutuskan berhenti dari pekerjaannya demi sang anak, ia memberanikan diri membuka warung sembako dengan modal yang sangat terbatas, hanya Rp300.000. "Saat itu, anak tidak mau ditinggal kerja. Jadi, saya pilih resign supaya bisa fokus mengurus anak," kenangnya.

Dengan modal seadanya, ia mengisi warungnya dengan kopi, beras dan mie instan untuk melayani tetangga sekitar. Sadar bahwa usahanya perlu akselerasi, Putri mengambil langkah strategis dengan bergabung menjadi Juragan Mitra Bukalapak. 

Meski di awal ia sempat terkendala modal saldo yang minim dan keterbatasan pengetahuan teknologi, kegigihannya memanfaatkan ruang belajar di Mitra Bukalapak membuahkan hasil. Ia belajar cara bertransaksi digital yang aman hingga strategi promosi yang efektif.

Hasilnya luar biasa. Dari keuntungan yang awalnya hanya cukup untuk makan sehari-hari, kini ia mampu meraup laba Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Pendapatan ini telah bertransformasi menjadi biaya sekolah untuk kedua anaknya, bantuan bagi orang tua, hingga pembelian kendaraan bermotor.

SEMANGAT BERBAGI
Keberhasilan Putri tidak hanya dirasakan oleh keluarganya sendiri. Semangat positif dan keaktifannya sebagai Juragan membawa Putri terpilih menjadi salah satu sosok penggerak dalam program KOLAK (Kompak Bareng Mitra Bukalapak) pada 2025 lalu.

Melalui dukungan penuh Mitra Bukalapak, Putri menyalurkan rasa syukurnya dengan membagikan takjil gratis kepada pelanggan dan warga sekitar. "Bagi saya, momen itu bukan sekadar berbagi makanan, melainkan wujud rasa syukur dan upaya mempererat kebersamaan di bulan suci," ungkapnya.

Jejak kebaikan yang ditorehkan Putri kini menjadi inspirasi bagi kelanjutan program tersebut. Pada 2026 ini, program KOLAK kembali hadir dengan skala yang lebih besar. Mitra Bukalapak menargetkan pembagian ribuan paket takjil yang akan disalurkan melalui tangan-tangan terampil para Mitra di seluruh penjuru Indonesia. Semangat yang dibawa tetap sama: menghadirkan senyum dan berkah bagi sesama, persis seperti yang telah dicontohkan oleh Putri.

MENABUNG HARAPAN
Kini, fokus utama Putri adalah memastikan kedua anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana. Berkat pengelolaan keuangan yang baik sejak bergabung dengan Mitra Bukalapak, menabung bukan lagi sekadar impian. 

"Sebagian penghasilan ditabung untuk sekolah anak-anak. Sejak menjadi Juragan, saya dapat mulai menabung. Ini tentu awal yang baik untuk saya menata dan menatap masa depan," ujar Putri dengan penuh optimisme.

Bagi Putri, tantangan akan selalu ada, namun kunci untuk menghadapinya adalah kombinasi antara usaha dan doa. "Harus optimis, percaya diri, selalu berdoa, dan jangan putus asa," tutupnya. Sebuah pesan sederhana bagi siapa saja yang tengah berjuang membangun mimpi dari sebuah warung sederhana. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya