Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pawai Seribu Obor Makassar Sambut Ramadan 2026: Tradisi Cahaya di Mangasa

Lina Herlina
17/2/2026 21:57
Pawai Seribu Obor Makassar Sambut Ramadan 2026: Tradisi Cahaya di Mangasa
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Ribuan titik cahaya obor menerangi gelapnya malam di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bukan sekadar pawai biasa, "Pawai Seribu Obor" yang digelar warga setempat menjelma menjadi lautan spiritualitas yang menghanyutkan, menandai suka cita menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dengan lantunan salawat Nabi yang menggema dan tabuhan rebana yang menggetarkan, ribuan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, berjalan kaki menyusuri ruas jalan protokol hingga gang-gang sempit pemukiman. Pawai ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi menjadi simbol kuat kebersamaan dan rasa syukur atas kesempatan kembali bertemu dengan bulan penuh ampunan.

Rute Pawai dan Antusiasme Warga Makassar

Rute pawai dimulai dari Jalan Mallengkeri Raya, di mana para peserta sudah berkumpul sejak petang. Obor demi obor dinyalakan, menerangi wajah-wajah penuh semangat yang siap menggemakan shalawat di sepanjang perjalanan.

Suasana religius semakin kental ketika iring-iringan memasuki kawasan pemukiman padat penduduk. Warga yang tidak ikut berjalan pun berdiri di depan rumah masing-masing, ikut melantunkan puji-pujian atau sekadar mengabadikan momen dengan gawai mereka. Jalan-jalan sempit berubah menjadi lorong cahaya yang bergerak perlahan, menciptakan panorama malam yang magis dan penuh makna.

"Sudah tiga kali saya ikut. Rasanya beda, ada getaran bahagia ketika kita berjalan bersama-sama memegang obor sambil bersalawat. Ini cara kami menyucikan diri sebelum puasa," ujar Hasnah (45), seorang peserta yang datang bersama tiga anaknya.

Pawai Seribu Obor Menjadi Agenda Tahunan Tetap

Pawai tahun ini mencatatkan partisipasi yang melampaui ekspektasi. Tidak hanya diikuti oleh warga RW 002 dan sekitarnya, acara ini juga menarik perhatian masyarakat dari kelurahan dan kecamatan lain di Makassar. Mereka datang untuk ikut merasakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan semarak.

Anwar, Ketua RW 002 Kelurahan Mangasa sekaligus penanggung jawab acara, mengungkapkan rasa syukur dan takjubnya atas antusiasme yang luar biasa tersebut. Ia menilai tradisi ini memiliki energi positif yang besar untuk menjaga kedamaian dan kerukunan umat di Kota Makassar.

Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini membuka peluang besar bagi pelestarian tradisi. Pihak penyelenggara bersama tokoh masyarakat tengah merencanakan untuk mematenkan Pawai Seribu Obor sebagai agenda tahunan tetap Kelurahan Mangasa. Bahkan, rencana pengembangan sudah disusun untuk menggelar pawai serupa saat menyambut Hari Raya Idulfitri nanti.

"Dengan semangat kebersamaan ini, insyaallah ke depan kami akan menjadikan Pawai Seribu Obor sebagai ikon religius Kelurahan Mangasa. Kami ingin generasi muda terus mengenang dan melestarikan tradisi islami yang memperkuat iman dan persaudaraan ini," pungkas Anwar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya