Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Sukabumi Targetkan Masuk 4 Besar Kota Toleran Indonesia di Momen Imlek 2577

Benny Bastiandy
17/2/2026 20:37
Sukabumi Targetkan Masuk 4 Besar Kota Toleran Indonesia di Momen Imlek 2577
Ilustrasi(MI/Benny Bastiandy)

WARGA etnis Tionghoa di Kota Sukabumi, Jawa Barat, merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dipusatkan di Vihara Widhi Sakti, Senin (16/2/2026) malam. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah tersebut.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan jajaran Forkopimda turut hadir langsung untuk membersamai warga dalam malam perayaan. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi simbol nyata kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di Kota Sukabumi.

Indeks Kota Toleran (IKT): Kota Sukabumi saat ini tercatat sebagai kota toleransi terbaik nomor satu di Jawa Barat dan menempati peringkat keenam di tingkat nasional berdasarkan penilaian lembaga riset.

Target Empat Besar Nasional

Ayep Zaki menegaskan bahwa prestasi sebagai kota toleran bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan budaya hidup rukun yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat. Ia berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan hingga menembus jajaran empat besar nasional.

"Kerukunan umat beragama di Kota Sukabumi sudah sesuai harapan. Tinggal kita tingkatkan lagi ke level nasional," kata Ayep di sela malam perayaan Imlek, Senin malam.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan dalam momen Imlek merupakan modal dasar untuk membangun Sukabumi yang bersatu dan berdaulat. Menurutnya, persatuan lintas agama akan berdampak positif pada penguatan ekonomi, sosial, pendidikan, hingga kedaulatan hukum.

Transformasi Perwal Menjadi Perda Toleransi

Untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan toleransi, Pemerintah Kota Sukabumi berencana memperkuat landasan hukum yang ada. Saat ini, kebijakan kota toleransi baru dipayungi oleh Peraturan Wali Kota (Perwal).

Ayep menargetkan payung hukum tersebut dapat segera ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Dengan adanya Perda, pemerintah daerah memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD.

"Tinggal kita kuatkan lagi. Ke depan bisa kita dorong menjadi Perda, sehingga ada dukungan anggaran khusus melalui APBD untuk pembangunan kota toleransi," pungkas Ayep Zaki.

Perayaan Imlek di Vihara Widhi Sakti malam itu pun berlangsung kondusif, menandai optimisme baru bagi masyarakat Sukabumi untuk terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik