Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Transaksi QRIS di Kota Palu Tumbuh Pesat, Dominasi Merchant di Sulteng

M Taufan SP Bustan
10/2/2026 15:13
 Transaksi QRIS di Kota Palu Tumbuh Pesat, Dominasi Merchant di Sulteng
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah memaparkan perkembangan transaksi non tunai berbasis QRIS di Kota Palu.(MI/Taufan SP Bustan)

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah memaparkan perkembangan transaksi non tunai berbasis QRIS di Kota Palu dalam high level meeting bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. 

Asisten Direktur KPwBI Sulteng, Miftahul Choiri, menyampaikan bahwa transaksi non tunai berbasis QRIS di Sulteng terus mengalami pertumbuhan signifikan.

Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS di provinsi ini tercatat 19.449.573 transaksi, atau sekitar 51% dari total transaksi non tunai di 12 kabupaten.

“Kota Palu menjadi pusat merchant QRIS di Sulteng dan kontributor utama dalam mendorong transaksi non tunai di wilayah ini,” ungkap Miftahul di Palu, Selasa (10/2).

Ia menambahkan, perkembangan transaksi digital di Palu terlihat sangat signifikan. Pada Triwulan IV 2025, volume transaksi QRIS di Palu mencapai sekitar 19 juta transaksi, dengan pertumbuhan 142% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi jumlah merchant, Palu masih mendominasi sebaran merchant QRIS di Sulteng dengan total 98.133 merchant (32,68 persen) dari keseluruhan merchant. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Banggai dengan 36.332 merchant (12,10%) dan Parigi Moutong 36.063 merchant (12,01%).

Pemaparan ini menegaskan komitmen Bank Indonesia bersama Pemkot Palu untuk mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran, dengan tujuan menciptakan transaksi yang lebih efisien, aman, dan inklusif bagi masyarakat. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya