Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Mengenal Zona Megathrust Pacitan: Potensi Risiko dan Langkah Mitigasi Bencana

mediaindonesia.com
06/2/2026 14:58
Mengenal Zona Megathrust Pacitan: Potensi Risiko dan Langkah Mitigasi Bencana
Ilustrasi(Antara)

Peristiwa gempa bumi bermagnitudo M6,2 yang mengguncang Pacitan pada 6 Februari 2026 menjadi pengingat nyata bahwa aktivitas tektonik di selatan Pulau Jawa masih sangat aktif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengategorikan gempa tersebut sebagai jenis gempa megathrust. Meskipun tidak memicu tsunami, karakteristik gempa ini memberikan data penting mengenai perilaku zona subduksi yang membentang di sepanjang pesisir selatan Jawa.

Apa Itu Gempa Megathrust?

Secara teknis, megathrust adalah zona pertemuan dua lempeng tektonik di mana salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya (proses subduksi). Di selatan Jawa, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa megathrust terjadi pada bidang kontak antar-lempeng tersebut. Ciri utamanya adalah mekanisme pergerakan naik (thrusting) yang mampu memindahkan volume air laut dalam jumlah besar jika terjadi pada magnitudo yang sangat kuat.

Catatan BMKG: Gempa Pacitan 2026 memiliki mekanisme thrusting dengan kedalaman dangkal (58 km). Beruntung, magnitudonya berada di angka M6,2 sehingga tidak memiliki energi cukup besar untuk memicu gelombang tsunami.

Mengapa Pacitan Menjadi Wilayah Rawan?

Kabupaten Pacitan secara geografis berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif. Berdasarkan data BMKG, episenter gempa 2026 terletak 89 kilometer tenggara Kota Pacitan. Zona megathrust di selatan Jawa memiliki potensi akumulasi energi yang besar karena lempeng terus bergerak rata-rata 60-70 mm per tahun. Fenomena ini menjadikan wilayah pesisir selatan Jawa sebagai kawasan dengan risiko kegempaan tinggi secara permanen.

Analisis Gempa Pacitan 6 Februari 2026

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa guncangan yang dirasakan cukup luas ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Berikut adalah beberapa fakta kunci terkait peristiwa tersebut:

  • Magnitudo: M6,2 (Parameter pembaruan).
  • Lokasi: 8,98° LS; 111,18° BT (89 km Tenggara Pacitan).
  • Intensitas: Skala IV MMI di Bantul, Sleman, dan Pacitan.
  • Dampak: Dirasakan hingga Tuban, Jepara, dan Banjarnegara.

Strategi Mitigasi: Menghadapi Potensi Megathrust

Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana di zona megathrust. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan peringatan dini, tetapi juga memiliki kemampuan evakuasi mandiri.

Panduan Evakuasi Mandiri (Rumus 20-20-20)

Komponen Langkah Tindakan
20 Detik Jika gempa terasa kuat selama lebih dari 20 detik, segera evakuasi.
20 Menit Waktu rata-rata emas sebelum gelombang tsunami mencapai daratan.
20 Meter Cari tempat evakuasi dengan ketinggian minimal 20 meter di atas permukaan laut.

Checklist Persiapan Bencana

  • Identifikasi jalur evakuasi di lingkungan rumah dan kantor.
  • Siapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi dokumen, air minum, dan obat-obatan.
  • Pastikan furnitur berat di dalam rumah dipaku ke dinding agar tidak roboh saat gempa.
  • Edukasi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia, mengenai tempat berkumpul yang aman.

People Also Ask: FAQ Mengenai Megathrust Pacitan

Apakah Gempa Megathrust Pasti Memicu Tsunami?

Tidak selalu. Tsunami hanya terjadi jika gempa megathrust memiliki magnitudo besar (umumnya di atas M7,0) dan menyebabkan deformasi vertikal pada dasar laut yang signifikan.

Bagaimana Cara Memantau Informasi Gempa yang Akurat?

Masyarakat wajib memantau kanal resmi BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, akun media sosial terverifikasi, atau situs resmi bmkg.go.id untuk menghindari disinformasi.

Apakah Gempa M6,2 Pacitan Bisa Diikuti Gempa Susulan?

Ya, gempa susulan adalah fenomena wajar untuk mencari keseimbangan baru lempeng. Namun, biasanya magnitudonya akan terus mengecil seiring berjalannya waktu.

Kesimpulan

Gempa Pacitan Februari 2026 adalah pengingat bahwa zona megathrust selatan Jawa adalah realitas geologis yang harus kita hadapi dengan kesiapsiagaan, bukan ketakutan. Dengan memahami mekanisme gempa dan memiliki rencana mitigasi yang matang, dampak risiko bencana dapat diminimalisir secara signifikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya