Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pembangunan Infrastruktur Proyek Strategis Nasional Wanam Dikebut

Rahmatul Fajri
04/2/2026 22:00
Pembangunan Infrastruktur Proyek Strategis Nasional Wanam Dikebut
Pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam.(Dok Istimewa)

PEMBANGUNAN infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dikebut. Sejumlah fasilitas utama, mulai dari dermaga multipurpose, warehouse, hingga tangki bahan bakar, tengah dikerjakan.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas alat berat masih berlangsung. Dari udara, kawasan pesisir Wanam tampak dipenuhi jalan proyek, material baja, serta bangunan yang sedang dalam tahap konstruksi. Dermaga multipurpose terlihat memanjang ke laut sebagai jalur utama distribusi logistik.

Di darat, dua fasilitas penting dibangun, yakni Warehouse Multipurpose dan tangki High Speed Diesel (HSD). Tangki HSD berbentuk silinder berdiameter besar terlihat menonjol di tengah area proyek. Sementara rangka baja warehouse mulai berdiri di lahan yang masih tergenang air hujan.

Selain itu, pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer juga dilakukan dan direncanakan terhubung hingga Kota Merauke. Saat ini, akses jalan tersebut masih digunakan khusus untuk kendaraan pengangkut material proyek.

Tim Project Wanam, Gawang Kurniawan, menyebut HSD Tank dan warehouse disiapkan sebagai penopang utama operasional dermaga ke depan. Tangki HSD dirancang memiliki kapasitas 1 x 5.000 meter kubik.

Ia mengatakan, pembangunan tangki HSD ditargetkan selesai pada April atau Mei 2026. Sementara dua unit warehouse multipurpose berukuran masing-masing 50 x 100 meter ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini.

“Untuk target kita selesai di bulan April atau Mei. Yang kedua ada lagi Warehouse Multipurpose dengan kapasitas 50×100, 2 unit gudang werehouse, itu targetnya kita selesai di pertengahan tahun, bulan 5 atau bulan 6,” kata Gawang melalui keterangannya, Rabu (4/2).

Warehouse tersebut disiapkan sebagai gudang serbaguna untuk mendukung kebutuhan logistik. Adapun HSD Tank akan terhubung langsung dengan dermaga melalui jalur pipa.

Deputi Manager Project WIKA, Antonius Kurnianto, mengatakan progres pembangunan tangki HSD telah mencapai 70 persen.

“Kita dari mengerjakan HSD Tanki ini kapasitas 5000 ton itu dengan saat ini progresnya sudah mencapai 70 persen, 70 persen itu untuk pengerjaan tankinya sendiri menyisakan pekerjaan rofnya tanki, kemudian sama fasilitas pipa dan segala macamnya,” ujar Antonius.

Sementara itu, pembangunan warehouse multipurpose juga terus dikejar. Progresnya saat ini mencapai 59 persen.

“Untuk gudang sendiri progresnya di 59 persen, jadi itu progres dihitung dari material datang dan juga progres di lapangan, saat ini untuk semua material itu sudah datang semua kemudian saat ini kita sedang mengejar progres erection dan juga pengerjaan pengecoran lantai,” katanya.

Antonius menjelaskan, tangki HSD akan menjadi pusat distribusi bahan bakar untuk mendukung operasional kawasan PSN Wanam.

“HSD Tank untuk BBM, jadi nanti dari Jetty standar kemudian dialirkan menggunakan lewat jalur pipa menuju ke HSD Tank, nanti untuk distribusinya nanti dari owner ya,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui pembangunan di kawasan pesisir Papua Selatan masih menghadapi kendala cuaca.

“Kita masih kendalanya memangnya dengan cuaca ya, karena kan Desember, Januari dan Februari ini di area Papua ini masih angin kencang jadi kita berhati-hati terkait dengan masalah settingnya,” ujarnya.

Di balik proyek PSN Wanam, terdapat peran swasta sebagai mitra pemerintah, salah satunya Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

“Dalam benak saya hanya terlintas, bagaimana gagasan Presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto bisa tercapai. Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi, dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” ujar Haji Isam, Kamis (1/8/2024).

“Bagaimanapun caranya, 1 juta hektare harus terealisasi,” tambahnya.

Haji Isam menegaskan keterlibatannya merupakan penugasan negara.

“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya,” katanya saat memantau kedatangan ekskavator di Wanam pada Juli 2024.

Pemerintah menegaskan PSN Wanam bukan proyek swasta. Dansatgas Pangan BKO Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan proyek tersebut merupakan program nasional.

“Ini adalah program nasional, proyek pemerintah. Karena dia proyek nasional, tentu tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat sendiri,” kata Rizal Ramdhani saat sosialisasi di Kampung Uli-Uli, Distrik Ilwayab, Merauke, Rabu (14/8/2024). (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya