Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Diduga Keruk Pasir Danau, Galangan Kapal Dock Porsea Disidak Wabup Toba

Apul Iskandar Sianturi
03/2/2026 09:36
Diduga Keruk Pasir Danau, Galangan Kapal Dock Porsea Disidak Wabup Toba
Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus meninjau Galangan Kapal Dock Porsea di Parparean, Kecamatan Porsea, Senin (2/2).(MI/Apul Iskandar Sianturi)

WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus meninjau Galangan Kapal Dock Porsea di Parparean, Kecamatan Porsea, Senin (2/2, menyusul informasi adanya dugaan pengerukan pasir di kawasan danau. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan masyarakat yang beredar di media sosial.

Audi Murphy O. Sitorus didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Toba Dicky Tampubolon saat meninjau langsung lokasi galangan kapal yang tengah melakukan perbaikan Kapal Sumut I. Dari hasil peninjauan, ditemukan adanya aktivitas pengerukan pasir di tepi danau, tepat di belakang kapal yang sedang diperbaiki.

“Ada informasi masyarakat yang disampaikan lewat media sosial bahwa ada pengerukan pasir di sini. Karena itu kita ingin lihat langsung kebenarannya,” kata Audi kepada wartawan di lokasi.

Melihat aktivitas tersebut, Wakil Bupati Toba langsung meminta penjelasan dari pihak pelaksana proyek perbaikan Kapal Sumut I terkait tujuan pengerukan pasir tersebut. Menurut Audi, pihak pengelola galangan kapal menyampaikan bahwa pengerukan dilakukan karena kondisi perairan yang mengalami pendangkalan.

“Tadi sudah dijelaskan oleh pihak Kapal Sumut I bahwa pengerukan ini dilakukan karena terjadi pendangkalan sehingga kapal tidak bisa diturunkan ke danau. Nanti kalau kapalnya sudah turun, pasirnya akan dikembalikan lagi ke danau,” ujarnya.

Sementara itu, pimpinan proyek perbaikan Kapal Sumut I dari CV Alvaro Teknikal Marine, Bonefasius Sitanggang, membenarkan adanya pengerukan pasir di sekitar galangan kapal. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat sementara dan dilakukan semata-mata untuk mendukung proses perbaikan kapal.

“Ini kami lakukan karena terjadi pendangkalan, Pak. Jadi kapal tidak bisa turun ke danau, makanya kami keruk di bagian belakang kapal ini,” kata Bonefasius.

Bonefasius memastikan pasir yang dikeruk tidak akan dibawa keluar lokasi dan akan dikembalikan ke danau setelah proses penurunan kapal selesai dilakukan. Pemkab Toba, lanjut Audi, akan terus memantau aktivitas di kawasan danau untuk memastikan tidak ada kegiatan yang melanggar ketentuan dan berpotensi merusak lingkungan. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya