Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Angkutan Pengiriman Kalog Plus dengan Menggunakan Kontainer Capai 2,5 Juta Ton

Naviandri
01/2/2026 22:53
Angkutan Pengiriman Kalog Plus dengan Menggunakan Kontainer Capai 2,5 Juta Ton
Pertumbuhan volume angkutan pengiriman melalui kontainer yang dikelola anak perusahaan PT KAI sepanjang tahun 2025 tumbuh 8%.(KAI Logistik)

PERTUMBUHAN volume angkutan pengiriman melalui kontainer yang dikelola anak perusahaan PT KAI sepanjang tahun 2025 tumbuh 8% dari 2,3 juta ton menjadi 2,5 juta ton. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan kontainer yang merupakan salah satu layanan pada segmen Kalog Plus, sebagai solusi distribusi barang skala besar yang andal, tepat waktu, dan efisien.

Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar Minggu (01/1) menyatakan, kinerja positif tersebut semakin menguat pada triwulan IV 2025. Pada periode ini, volume angkutan kontainer tumbuh sekitar 17% atau mencapai lebih dari 701 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga triwulan sebelumnya yang berada di kisaran 600 ribu ton. Tren ini menunjukkan peningkatan permintaan yang konsisten sekaligus kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan KAI Logistik.

"Peningkatan volume sepanjang 2025 didorong oleh berbagai langkah optimalisasi layanan angkutan kontainer. Salah satunya tercermin dari peningkatan volume pada segmen angkutan reefer yang menegaskan kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi distribusi produk segar dan perishable," paparnya.

Menurut Fahdel, pertumbuhan angkutan kontainer juga ditopang oleh pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas operasional, antara lain melalui peningkatan kapasitas Container Yard (CY) Klari yang mampu melayani penambahan volume hingga ±1.360 TEUs per bulan. Lalu pengembangan Kawasan Ronggowarsito serta penambahan kapasitas angkut melalui pengoperasian KA KALOG 3. 

PERLUAS SERTIFIKASI HALAL
Sejalan dengan peningkatan layanan, perusahaan juga memperluas sertifikasi halal ke Terminal Ronggowarsito, melengkapi tiga titik yang telah tersertifikasi, yakni Terminal Barang Area Sungai Lagoa, Klari dan Kalimas. Penambahan titik layanan bersertifikat halal ini memberikan jaminan kepatuhan syariah bagi pelanggan, khususnya di sektor industri halal seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik serta produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

"Dari sisi komposisi pelanggan, angkutan kontainer didukung oleh beragam sektor industri. Perusahaan forwarding masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 85%, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsolidasi muatan dan distribusi antarkawasan. Sektor FMCG berkontribusi sekitar 11%, yang didorong oleh permintaan distribusi yang stabil dan berkelanjutan. Adapun sektor shipping dan logistik pelayaran memberikan kontribusi sekitar 4%," terangnya.

PERKUAT KOMITMEN GREEN LOGISTICS
Fahdel menambahkan, sejalan dengan pertumbuhan bisnis, pihaknya juga memperkuat komitmen terhadap green logistics melalui berbagai inovasi berkelanjutan. 

Komitmen perusahaan terhadap green logistics tidak hanya pada inisiatif pencantuman informasi emisi di invoice pelanggan. Perseroan telah melangkah lebih jauh dengan penguatan komitmen melalui perhitungan emisi Gas Rumah Kaca Tier 3 dan pelaporan emisi sesuai standar ISO 14083.

"Kami menjadi pionir dalam implementasi ini di sektor logistik perkeretaapian. Ke depan kami akan terus melakukan berbagai inovasi untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Kami berkomitmen untuk terus menambah relasi, meningkatkan kapasitas angkut, serta mengembangkan layanan dan infrastruktur logistik yang berkelanjutan. Langkah ini kami lakukan untuk mendukung kebutuhan pelanggan sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional yang lebih hijau dan efisien,” ungkapnya.(E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya