Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat resmi memutuskan untuk menunda pembangunan sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Karawang yang semula dijadwalkan mulai tahun ini. Langkah ini diambil langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi karena lokasi yang direncanakan dinilai rawan bencana banjir.
Keputusan tegas ini diambil setelah melalui evaluasi terhadap kondisi geografis calon lahan sekolah yang berada di area berisiko tinggi.
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan harus mengutamakan aspek keselamatan jangka panjang. Lokasi yang tersedia saat ini dianggap tidak layak karena faktor lingkungan.
"Lokasinya berada di kawasan perumahan dan rawan banjir. Kami terpaksa menunda untuk mendapatkan lokasi yang lebih aman," ujar Gubernur Dedi Mulyadi, Jumat (30/1).
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh dipaksakan di wilayah yang berisiko bencana. Hal ini demi melindungi keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta keberlangsungan proses belajar mengajar.
“Pembangunan SMA dan SMK di Karawang kami tunda karena areal tanahnya merupakan lahan persawahan dan berpotensi banjir. Kami menunggu hingga tersedia lahan yang memenuhi syarat dan tidak berpotensi bencana,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menekankan bahwa langkah ini bukanlah pembatalan proyek, melainkan bentuk kehati-hatian dalam perencanaan. Pemprov Jawa Barat tetap berkomitmen penuh untuk menghadirkan sekolah yang aman dan layak.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mencari solusi terkait ketersediaan lahan.
“Dalam waktu dekat kami akan berbicara dengan bupati untuk bersama-sama mencari alokasi tanah yang aman, nyaman, dan terjangkau oleh para siswa yang akan menjadi peserta didik di sekolah tersebut,” tandas KDM.
Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah, diharapkan pembangunan gedung sekolah baru ini dapat segera terealisasi di lokasi yang bebas risiko bencana. Fokus utama pemerintah tetap pada pemerataan akses pendidikan tanpa mengabaikan faktor keamanan lingkungan.
Dengan perencanaan yang matang, diharapkan gedung SMA dan SMK tersebut nantinya mampu mendukung optimalisasi proses belajar mengajar bagi masyarakat Karawang. (SG/I-1)
Dedi mengatakan yang dilakukannya tak termasuk kategori pengendapan, karena kas daerah sebesar Rp2,6 triliun untuk dibayarkan bertahap.
Pemerintah daerah harus bangga dan menjadikan produk-produk kerajinan lokal seperti hihid, cetok, boboko, aseupan, anyaman, bikin bilik, tarumpa, payung sebagai ikon pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved