Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DERITA berkepanjangan penyintas banjir besar Sumatra berlum juga berlalu. Sudah dua bulan lebih mereka harus berenang lumpur dan mengungsi dibalik kayu gelondongan dibawah tenda plastik.
Belum lagi puluhan ribu di antaranya krisis bahan makanan bergizi dan kelangkaan sumber air bersih. Lalu puluhan ribu sawah terendam lumpur, kebun disapu longsor dan kayu gelondongan hingga lumpur aktivitas perekonomian lainnya.
Merespons kondisi sulit dan keterpurukan tidak jelas ujungnya itu, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, menaruh perhatian besar untuk membangkitkan kembali para penyintas. Bukan sajaengirim relawan pada awal bencana, tapi juga menggelar program khusus agar penyintas segera keluar dari suasana bencana yang melahirkan trauma abadi.
Amatan Media Indonesia, Kamis (29/1) misalnya, sedikitnya 1.050 mahasiswa dari universitas negeri terbesar di Serambi Mekkah itu diterjunkan ke berbagai lokasi paling parah di Aceh. Mereka disebarkan mengikuti kegiatan Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026.
Program kepedulian sosial kebencanaan itu didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek. Sebelum di sebarkan ke lapangan mereka lebih dulu di dilakukan pembekalan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK.
Edukasi pembekalan itu digelar di Ruang Hall Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (29/1) pagi hingga siang. Hal itu digelar supaya mahasiswa/mahasiswi nanti lebih siap saat bedaptasi dengan berbagai kesulitan di lapangan.
BERIKAN SEMANGAT
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Mustanir, dalam sambutannya, menyemangati para mahasiswa. Para generasi terdidik itu diharapkan membangun komitmen tinggi selama pelaksanaan KKN Kebencanaan melalui program PKM Berdampak tersebut.
Ditegaskan Mustanir, kehadiran mahasiswa USK di tengah korban penyintas bencana banjir tentu harus menjadi problem solver. Yakni menjadi individu yang memiliki kamampuan sistematis dan kreatif untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta menyelesaikan masalah atau tantangan.
“Mahasiswa USK harus hadir di tengah masyarakat sebagai problem solver, bukan menjadi problem maker. Yaitu memperburuk masalah sepertenyalahkam orang lain atau menghinfari tanggung jawab. Semakin tinggi pendidikan yang kita tempuh, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memberi manfaat bagi orang lain,” kata Wakil Rektor lulusan Doktor Bidang Kimia Organik di Kyushu University Jepang itu.
Lelaki kelahiran Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar itu juga mengingatkan para mahasiswa akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan. Misalnya kondisi lingkungan tidak ideal, keterbatasan air bersih, serta pola aktivitas yang tidak teratur. Maka perlu mempersiapkan fisik, mental, dan kesehatan sebelum terjun ke lapangan.
Dikatakannya, para peserta KKN itu diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan serta berkontribusi melalui pendampingan anak-anak terdampak bencana. Lalu melakukan trauma healing, pendampingan belajar, mengajar mengaji, serta aktif melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
PROPOSAL MASUK
Wakil Rektor yang juga Imam Besar Masjid Taqwa Kampus USK itu juga mengatakan, proposal yang masuk ke DPPM mencapai 609 proposal. Dari hasil evaluasi sebanyak 203 proposal Program Mahasiswa Berdampak didanai secara nasional. Lalu USK berhasil memperoleh 21 proposal di antaranya.
Capaian ini menempatkan Universitas Kebanggaan Masyarakat Aceh itu sebagai penerima program paling banyak didanai, diantara 82 Perguruan Tinggi pengusul. Ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing yang difasilitasi oleh LPPM USK, dengan mahasiswa sebagai aktor utama pelaksana program di lapangan.
“Melalui Program Mahasiswa Berdampak dan KKN Kebencanaan ini, saya berharap mahasiswa mampu menebar kebaikan, menjaga nama baik USK, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” jelas Profesor Mustanir.
Adapun pembekalan juga diisi dengan penyampaian materi persiapan, arti, tujuan, dan sasaran Program KKN Kebencanaan. Itu disampaikan oleh Dra Sulastri, dengan moderator Muhammad Yasar.
Materi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai peran strategis KKN dalam upaya pemulihan dampak bencana di Sumatera.
Merespons kondisi menyedihkan para penyintas banjir itu, sebelumnya Universitas Syiah Kuala (USK), menerjunkan sedikitnya 719 mahasiswa KKN Tematik untuk membantu para korban di 9 kabupaten terdampak. 719 mahasiswa KKN yang tergabung dalam program Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar itu disebar ke Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Tenggara.
Pelepasan para 719 KKN dari berbagai fakultas itu, dipimpin oleh Rektor USK ini diselenggarakan di Gedung Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood, pada Kamis (8/1/2026). Hadir juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Mudatsir,. (E-2)
BADAN Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan pembekalan strategis kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya penerapan evidence based policy dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah.
Program ini telah mberikan manfaat kepada lebih dari 300 masyarakat di Rusun Benhil 2 dan sekitarnya, mulai dari anak, remaja, ibu rumah tangga, dan lansia.
Rumah Daulat Buku, Jakarta, mengadakan kegiatan pembekalan literasi bagi mantan narapidana teroris (napiter) di Klaten.
Kabinet Merah Putih mengikuti pembekalan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan itu dinilai sangat penting dan positif karena dapat mempersatukan pikiran dan karakter
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved