Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kejati Jabar dan IAD Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Longsor di Cisarua

Naviandri
29/1/2026 22:29
Kejati Jabar dan IAD Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Longsor di Cisarua
Kejati Jabar dan IAD salurkan bantuan sosial untuk warga terdampak bencana longsor.(Dok.Kejati Jabar)

KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar) bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jabar, menyalurkan bantuan sosial untuk warga terdampak bencana longsor yang terjadi di Desa Pasilangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (28/1).

 "Dalam kegiatan bakti sosial ini, Kejati Jabar menyalurkan bantuan berupa beras ukuran 5 kg sebanyak 300 buah, telur sebanyak 100 karton, mi instan sebanyak 300 dus, serta paket makanan dan selimut sebanyak 100 kantong, yang diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak sesuai dengan kebutuhan di lapangan," tutur Wakil Kepala Kejati Jabar, Taufan Zakaria, didampingi Wakil Ketua IAD Wilayah Jabar.

Menurut Taufan, ini merupakan wujud nyata Kejaksaan hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan juga turut merasakan dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah.

"Diharapkan melalui kegiatan ini, kehadiran jajaran Kejaksaan dan IAD dapat memberikan semangat serta dukungan moril bagi masyarakat untuk bangkit dan pulih dari dampak bencana" ucapnya.

Kejati Jabar lanjut Taufan, berkomitmen untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk dalam penanganan dampak bencana alam seperti yang melanda Desa Pasilangu Kecamatan Cisarua ini. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
  • Alih Fungsi Lahan di Balik Petaka Cisarua

    26/1/2026 00:17

    Jawa Barat tercatat sebagai salah satu provinsi dengan laju alih fungsi lahan pertanian dan hutan tertinggi di Indonesia. Dalam periode 2021–2025, sedikitnya 2.585,7 hektare lahan sawah beralih fungsi menjadi non-pertanian.