Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Misi Dagang Jateng-Jatim Bidik Transaksi Rp867 Miliar Setahun

Haryanto Mega
29/1/2026 21:00
Misi Dagang Jateng-Jatim Bidik Transaksi Rp867 Miliar Setahun
(MI/Haryanto)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan kolaborasi ekonomi antardaerah melalui pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi Jawa Tengah-Jawa Timur yang digelar di PO Hotel Semarang, Kamis (29/1). Kegiatan ini membidik potensi transaksi sebesar Rp867,289 miliar per tahun dengan melibatkan 218 pelaku usaha dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan hasil temu bisnis, nilai transaksi diproyeksikan mencapai Rp4,339 triliun dalam kurun waktu lima tahun.

Forum Temu Bisnis Pelaku Usaha Antarprovinsi tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Taj Yasin menyampaikan bahwa misi dagang ini menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha, khususnya industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperluas pasar dan memperkuat jejaring usaha lintas wilayah.

"Melalui misi dagang ini, kami berharap potensi unggulan Jawa Timur dapat dimanfaatkan di Jawa Tengah sesuai kebutuhan daerah. Begitu pula produk unggulan Jawa Tengah diharapkan menjadi referensi dan role model pengembangan di Jawa Timur," ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif agar kerja sama yang terbangun dapat berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah. "Kami berharap hingga penutupan acara dapat tercapai transaksi yang signifikan dan memberikan kontribusi konkret bagi perekonomian Jawa Tengah dan Jawa Timur," tambahnya.

Dalam misi dagang ini, kontribusi IKM binaan Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp455,69 miliar per tahun atau sekitar 52,47 persen dari total transaksi dengan proyeksi Rp2,28 triliun dalam lima tahun. Taj Yasin juga mencatat sejumlah transaksi di sektor strategis tercatat dengan nilai signifikan.

"Kami melihat transaksi di sektor kopi, gula, dan komoditas lain dengan nilai tahunan bahkan di atas Rp100 miliar. Ini menunjukkan besarnya potensi yang perlu terus difasilitasi oleh pemerintah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah sebagai langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi ekonomi antardaerah. "Ini pertama kali kami melakukan misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah. Hingga pukul 13.00 WIB, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai Rp2,9 triliun," kata Khofifah saat doorstop.

Ia merinci, dari nilai tersebut, Jawa Timur menjual produk senilai Rp2,658 triliun, membeli dari Jawa Tengah sebesar Rp184 miliar, serta melakukan investasi di Jawa Tengah senilai Rp96 miliar. "Investasi ini salah satunya mendukung program nasional, mengingat lahan pertanian pangan berkelanjutan di Jawa Timur sudah terbatas, sehingga dilakukan investasi di Jawa Tengah," jelasnya.

Komoditas yang diperdagangkan meliputi kayu, telur, ikan, cengkih, dan tembakau dari Jawa Tengah. Jawa Timur menjual beras, kopi, daging ayam, hingga fillet dori. Transaksi terbesar tercatat di sektor peternakan senilai Rp1,1 triliun dan sektor perikanan Rp378 miliar. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya