Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA, menerima audiensi dari jajaran Karantina Papua Barat Daya di Ruang Kerja Wali Kota Sorong,Papua Barat Daya, (PBD), Kamis,(29/01/2026).
Pertemuan strategis ini difokuskan pada upaya peningkatan volume ekspor komoditas perikanan melalui penetapan Instalasi Karantina Ikan (IKI) sebagai standar pemenuhan pasar global.
Kepala Karantina Papua Barat Daya, I Wayan Kertanegara, menjelaskan bahwa potensi perikanan di wilayah Papua Barat Daya sangat masif dan memiliki daya tarik tinggi di pasar internasional. Namun, untuk menjaga kepercayaan buyer mancanegara, standarisasi kesehatan dan mutu melalui IKI menjadi hal yang mutlak.
"Keberadaan Instalasi Karantina Ikan adalah kunci untuk memastikan komoditas kita memenuhi standar kesehatan internasional. Kami sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Kota Sorong dalam penetapan IKI ini agar lalu lintas ekspor kita semakin lancar," ujar Kepala Karantina.
Ia menambahkan, kelancaran ekspor ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga secara langsung akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sorong.
Dalam audiensi tersebut, Karantina Papua Barat Daya juga menyoroti pentingnya integrasi layanan bersama instansi teknis lainnya. Sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup menjadi poin krusial, terutama dalam percepatan proses pengajuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bagi para pelaku usaha perikanan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Sorong menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung langkah Karantina Papua Barat Daya. Ia menilai penguatan sektor perikanan adalah salah satu pilar penggerak ekonomi utama di Kota Sorong.
"Pemerintah Kota Sorong menyambut baik dan siap bersinergi. Kami akan memastikan koordinasi antara dinas terkait, baik Perikanan maupun Lingkungan Hidup, berjalan optimal agar penetapan IKI ini segera terwujud demi kemajuan ekonomi daerah dan kesejahteraan nelayan kita," tegas Wali Kota.
Dengan adanya penguatan sinergi ini, diharapkan komoditas unggulan laut dari "Kota Bersama" dapat semakin bersaing dan merambah lebih banyak negara tujuan ekspor di masa depan. (H-2)
Tujuan FGD untuk mengidentifikasi permasalahan dan tantangan utama di sektor perikanan Indonesia, termasuk isu kesejahteraan nelayan, tata kelola, dan keberlanjutan sumber daya laut.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan untuk membangun 1.000 Desa Nelayan hingga akhir 2026.
Pada tahun ini, hasil infak 20% yang terkumpul secara signifikan dialokasikan untuk memberikan bantuan kepada kelompok baru budidaya ikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved