Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

4 Bocah Diamankan karena Lempar Batu ke KA Jayakarta

Andhika Prasetyo
26/1/2026 07:35
4 Bocah Diamankan karena Lempar Batu ke KA Jayakarta
Tim pengamanan mengamankan empat orang anak di Nganjuk karena terlibat dalam aksi lempar batu terhadap KA Jayakarta Premium.(Antara)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengambil langkah tegas terhadap aksi pelemparan batu yang menimpa Kereta Api Jayakarta Premium relasi Surabaya Gubeng-Pasar Senen, pada Sabtu (24/1) di petak jalan Bagor-Saradan. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan tim pengamanan yang terdiri dari unsur Deputi Pengamanan, kepala regu, serta personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Hasilnya, empat anak berhasil diamankan di sekitar KM 120+7 petak Bagor-Nganjuk yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

“Dari pemeriksaan awal, dua anak di antaranya mengakui telah melakukan pelemparan,” ujar Tohari di Madiun, Minggu.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi dan petugas lapangan, insiden tersebut menyebabkan kaca pecah pada rangkaian kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD di posisi 16Ab-17Ab. Keempat anak tersebut kemudian dibawa ke Stasiun Nganjuk untuk dimintai keterangan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada Polsek Nganjuk Kota, dengan pendampingan dari orang tua masing-masing.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, penyelesaian kasus disepakati melalui proses mediasi. Orang tua pelaku diwajibkan mengganti biaya kerusakan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 7 Madiun juga akan melakukan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di sekolah para pelaku pada pekan depan. Edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya serta konsekuensi hukum dari tindakan vandalisme di lingkungan perkeretaapian.

“Kami sangat menyayangkan masih terjadinya aksi pelemparan kereta api. Tindakan ini berisiko tinggi dan membahayakan penumpang, awak kereta, maupun pelaku sendiri,” kata Tohari.

KAI mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta segera melaporkan potensi gangguan kepada petugas apabila menemukannya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya