Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA tanah longsor terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dua warga dilaporkan hilang/belum ditemukan. Longsor tepatnya terjadi di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1) pagi. Longsor menimbun area persawahan di Dusun Siranti yang berada di kawasan Perhutani, sekitar satu kilometer dari permukiman warga.
Perangkat Desa Bongas, Andi Hakim, menjelaskan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Kejadian berlangsung secara mendadak, meski sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak sehari sebelumnya.
“Jadi longsor terjadi sekitar jam enam pagi di area Perhutani. Dari kejadian itu, ada dua orang yang sampai saat ini masih dalam pencarian,” ujar Andi Hakim saat dihubungi jurnalis, Minggu.
Dua warga yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Hamim, 60, dan Aksinudin, 40, yang diketahui merupakan ayah dan anak. Keduanya sedang menabur benih di lokasi persawahan saat kejadian berlangsung
Selain itu, terdapat satu orang saksi yang berhasil menyelamatkan diri. "Saat kejadian kondisi cuaca di lokasi gerimis, namun hujan deras telah mengguyur kawasan tersebut sejak malam sebelumnya," jelas Andi.
Longsor menyebabkan material tanah dan lumpur menutup area persawahan dengan luasan diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare yang tersebar di beberapa titik.
“Sawah tertutup lumpur cukup luas, kemungkinan sampai sekitar sepuluh hektare, meskipun lokasinya terpencar-pencar. Di atasnya memang kawasan hutan Perhutani,” jelasnya.
Selain korban manusia, bencana ini juga mengakibatkan kerugian material berupa lima ekor kambing milik warga yang turut tertimbun longsor serta hektaran tanaman padi.
Upaya pencarian korban saat ini masih terus dilakukan oleh warga desa bersama pemerintah desa, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pemalang dan Camat Watukumpul, serta masih menunggu kedatangan tim Basarnas untuk membantu proses pencarian.
“Saat ini warga masih melakukan pencarian manual, kami juga menunggu Basarnas untuk membantu karena kondisinya cukup berbahaya,” tambah Andi.
Berdasarkan laporan cepat yang disampaikan Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, kondisi di lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan mengingat tanah yang labil dan curah hujan yang masih tinggi.
Pemerintah desa mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi area rawan longsor. Hingga Minggu pagi, proses pencarian korban masih berlangsung dan membutuhkan peralatan pendukung pencarian untuk mempercepat evakuasi korban tertimbun longsor. (JI/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved