Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebagai langkah percepatan pemulihan akses jalan nasional di Provinsi Aceh, PT Hutama Karya (Persero) memulai pekerjaan penanganan permanen pada enam lokasi kerusakan pada ruas jalan Takengon - Kutacane. Pada (21/1) lalu Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kegiatan Ground Breaking untuk menandai dimulainya penanganan permanen pascabencana di Provinsi Aceh.
Langkah strategis ini mencakup penanganan infrastruktur permanen di Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Enam titik prioritas tersebut meliputi Jembatan Mengkudu, Longsoran Ketambe, Kafetinggir, serta tiga lokasi longsoran lainnya. Penanganan permanen ini menjadi upaya penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik di wilayah tersebut.
Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pemasangan platform drilling untuk pekerjaan struktur. Penanganan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama jalan yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat struktur tebing dan lereng agar tidak semakin tergerus oleh arus sungai, mengingat kedua lokasi berada pada area tikungan sungai yang rawan terhadap gerusan arus air.
Dalam kesempatan terpisah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan dan kelancaran akses masyarakat di Aceh Tenggara.
“Ground breaking ini menjadi langkah nyata Hutama Karya untuk mempercepat penanganan titik rawan Mengkudu dan Ketambe, agar fungsi jalan dan jembatan dapat kembali optimal serta lebih aman bagi masyarakat. Kami akan memulai pekerjaan secara bertahap dengan fokus pada metode perkuatan yang tepat, terutama pada area yang berisiko tinggi akibat gerusan sungai,” ujar Mardiansyah, Kamis (22/1).
Keberadaan ruas ini dinilai sangat strategis karena merupakan jalan nasional yang menghubungkan Ketambe dengan Kutacane, sekaligus menjadi jalur utama bagi aktivitas ekonomi dan logistik dari provinsi lain. Dengan dimulainya pekerjaan ini, risiko kerusakan yang lebih luas seperti jalan terputus maupun meluasnya longsoran dapat ditekan melalui tindakan penanganan yang terukur dan terencana.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, Hutama Karya turut menerapkan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran pengguna jalan. Di titik Mengkudu, pengalihan akses telah disiapkan melalui jembatan bailey, sementara di titik Ketambe akan diterapkan skema buka-tutup lalu lintas pada waktu tertentu, khususnya saat proses pengeboran. Seluruh pekerjaan dilakukan pada jalur aktif, sehingga manajemen traffic dan pengamanan di setiap ujung titik penanganan akan diberlakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan.
Pekerjaan di enam titik ini ditargetkan selesai dengan estimasi durasi pekerjaan selama kurang lebih 5-7 bulan.
Dengan dimulainya penanganan permanen, diharapkan konektivitas wilayah Aceh semakin kuat, akses masyarakat menuju layanan publik lebih aman, serta aktivitas ekonomi dan logistik dapat berjalan lebih lancar pascapenanganan. “Melalui BUMN Peduli, Hutama Karya memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, kualitas, dan ketepatan waktu. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan dapat selesai sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkas Mardiansyah.(H-1)
JUMLAH peminat investasi di Ibu Kota Nusantara mengalami penurunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved