Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTIKAIAN yang diwarnai kontak fisik antara guru Bahasa Inggris Agus Saputra dengan sejumlah siswa Kelas XII SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi, hendaknya diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan.
Harapan tersebut antara lain disampaikan Kapolda Jambi Inspektur Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Komisaris Besar Erlan Munaji, Minggu (18/1).
Erlan menjelaskan, semenjak bergulir dan viral di jejaring sosial, Polda Jambi bersama Polres Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) dan para pihak terkait dari Dinas Pendidikan, pemerintah daerah setempat dan pihak sekolah bersangkutan, sudah dan masih berupaya melakukan langkah-langkah mediasi untuk menyelesaikan secara profesional, terbaik, dan proporsional.
Harapan serupa juga disuarakan Gubernur Jambi Al Haris dan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Harmonis. Menyayangkan kejadian tersebut, Haris menyatakan kekerasan dalam bentuk apa pun adalah perbuatan tidak benar. Apalagi di lingkungan sekolah dan dunia pendidikan. Ia mengharapkan peristiwa serupa tidak terjadi lagi, karena sangat memalukan dunia pendidikan di Jambi.
Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Harmonis yang turun langsung ke SMK yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan (agronomi) tersebut, menyampaikan harapan senada.
Ia berharap peristiwa yang viral secara nasional tersebut selesai cepat dan tidak mengganggu kenyamanan belajar-mengajar di SMK Ngeri 3 Tanjabtim. Khususnya untuk pendidikan siswa Kelas XII yang dua bulan lagi akan menempuh proses kelulusan sekolah.
“Kita berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Jangan sampai mengorbankan murid, khususnya di kelas dua belas yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya,” ujar Martunis kepada wartawan.
MEDIASI GAGAL
Namun, perjalanan mediasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Jambi bersama kepolisian dan pihak terkait lainnya, terganjal sikap guru Agus Saputra. Kamis (15/1) malam lalu, ditemani kakaknya (Nasir), ia resmi melapor ke Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jambi, tentang dugaan penganiayaan sejumlah siswa terhadap dirinya pada Selasa (13/1) lalu.
Minggu siang, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menghormati laporan polisi tersebut, karena merupakan haknya sang guru Agus Saputra. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti Polda Jambi sesuai aturan dan prosedur hukum berlaku.
Pelaporan guru Agus Saputra kepada polisi tersebut ditenggarai bakal membuat penyelesaian masalah adu jotos guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjabtim tambah rumit dan panjang. Apalagi, Senin malam (19/1), Agus Saputra juga dilaporkan seorang siswanya, MLF, ke SPKT Polda Jambi.
Melalui kuasa hukumnya Dian Burlian, MLF, satu dari sejumlah siswa yang terlibat adu jotos, resmi melaporkan Agus Saputra, terkait dugaan kasus penganiayaan. Menjawab wartawan, Dian Burlian mengatakan langkah tersebut terpaksa dilakukan kliennya, lantaran pihak Agus Saputra dinilai enggan menyelesaikan kasus itu secara damai.
"Kita mengharapkan kasus ini diselesaikan secara restorative justice. Kita sudah menunggu tiga hari, tidak ada juga penyelesaian secara konkret. Jadi kita mengambil langkah hukum juga," sebut Dian menjawab wartawan di Mapolda Jambi, Senin (19/01) malam.
Untuk diketahui, konflik fisik antara Agus Saputra dengan siswanya terjadi Selasa pekan lalu. Dalam visual yang viral di media sosial, Agus Saputra terlihat dikeroyok sejumlah siswa di teras ruang kelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia, kemarahan sejumlah siswa dipicu oleh ulah Agus Saputra, yang sebelumnya melakukan kekerasan fisik dan kekerasan nonfisik berbentuk penghinaan terhadap keluarga salah seorang siswa terbilang kurang mampu.
Bahkan, beralasan untuk menghentikan dan membubarkan para siswa yang mengeroyoknya, sang guru Agus Saputra dalam visual yang beredar sempat memegang dan mengacungkan senjata tajam berbentuk celurit.(E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved