Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Fakta Akar Bahar: Manfaat Kesehatan, Mitos, dan Ciri Aslinya

Irvan Sihombing
19/1/2026 16:23
Fakta Akar Bahar: Manfaat Kesehatan, Mitos, dan Ciri Aslinya
Ilustrasi(Antara)

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Akar Bahar

Di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya para penggemar aksesoris etnik dan benda bertuah, istilah akar bahar sudah tidak asing lagi. Sering dijadikan gelang, cincin, atau pipa rokok, benda ini dipercaya memiliki segudang khasiat. Meskipun namanya mengandung kata "akar", secara ilmiah akar bahar bukanlah tanaman atau bagian dari pohon yang tumbuh di dasar laut. Akar bahar sejatinya adalah hewan laut yang termasuk dalam keluarga Antipatharia atau dikenal secara internasional sebagai Black Coral (karang hitam).

Istilah "bahar" sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti laut. Hewan ini hidup di kedalaman laut dan memiliki kerangka yang keras namun lentur saat dipanaskan, sehingga mudah dibentuk menjadi berbagai kerajinan tangan. Keunikan struktur dan mitos yang menyelimutinya menjadikan komoditas ini bernilai ekonomi tinggi sekaligus menyimpan nilai budaya yang kental di Nusantara.

Kandungan dan Manfaat Akar Bahar bagi Kesehatan

Selain nilai estetikanya, banyak masyarakat memburu aksesoris ini karena percaya akan manfaatnya bagi tubuh. Meskipun penelitian medis modern secara spesifik masih terbatas, penggunaan akar bahar dalam terapi tradisional telah berlangsung lama. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang sering dikaitkan dengan penggunaan gelang akar bahar:

1. Melancarkan Peredaran Darah

Akar bahar dipercaya mengandung zat radium alami dan memancarkan gelombang bio-elektromagnetik. Energi ini diyakini dapat membantu menyeimbangkan ion tubuh dan memperlancar sirkulasi darah. Bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, penggunaan aksesoris ini sering disarankan sebagai terapi pendamping untuk menstabilkan tekanan darah.

2. Menetralisir Racun dalam Tubuh

Dalam pengobatan alternatif, akar bahar diklaim memiliki kemampuan untuk menyerap racun atau toksin yang ada di dalam tubuh maupun yang berasal dari udara sekitar. Sifat ini mirip dengan fungsi karbon aktif, yang mampu mengikat zat-zat berbahaya sehingga tidak terserap oleh metabolisme tubuh.

3. Meredakan Gejala Rematik dan Asam Urat

Sifat hangat dan kandungan mineral dari laut dalam pada akar bahar asli dipercaya dapat mengurangi rasa nyeri pada persendian. Oleh karena itu, banyak orang tua yang menggunakan gelang ini untuk mengurangi keluhan rematik, pegal linu, dan asam urat.

Mitos dan Kepercayaan Mistis

Tidak dapat dipungkiri, popularitas akar bahar juga didorong oleh aspek metafisika. Di Indonesia, benda ini sering dianggap sebagai benda pusaka yang memiliki "tuah". Beberapa mitos yang berkembang di masyarakat antara lain:

  • Tolak Bala: Dipercaya mampu menangkal energi negatif, serangan ilmu hitam (santet/guna-guna), dan gangguan makhluk halus.
  • Kewibawaan: Penggunanya diyakini akan memancarkan aura kepemimpinan dan kharisma, sehingga disegani oleh kawan maupun lawan.
  • Keberuntungan: Beberapa kalangan pedagang atau pengusaha menggunakan akar bahar sebagai sarana untuk melancarkan usaha dan mendatangkan rezeki.

Jenis-Jenis Akar Bahar

Di pasaran, terdapat beberapa varian akar bahar yang dibedakan berdasarkan warna dan karakteristik fisiknya. Masing-masing jenis memiliki penggemar tersendiri:

  1. Akar Bahar Hitam: Ini adalah jenis yang paling umum ditemukan (Antipathes sp.). Warnanya hitam legam dan sering dijadikan gelang polos atau ukir. Jenis ini paling populer karena dianggap memiliki energi penetralisir yang kuat.
  2. Akar Bahar Merah: Jenis ini lebih langka dibandingkan yang hitam. Sering disebut sebagai akar bahar brahma, warnanya merah kecokelatan atau merah menyala. Harganya cenderung lebih mahal karena kelangkaannya.
  3. Akar Bahar Putih: Sering juga disebut akar bahar uli. Warnanya putih tulang atau kekuningan. Jenis ini juga cukup sulit ditemukan dan sering dikombinasikan dengan jenis hitam untuk estetika.

Cara Membedakan Akar Bahar Asli dan Palsu

Tingginya permintaan membuat banyak oknum memalsukan akar bahar menggunakan bahan plastik atau fiber. Agar tidak tertipu, berikut adalah cara membedakan ciri akar bahar asli dengan yang palsu:

1. Tes Pembakaran

Ini adalah cara paling efektif. Jika dibakar, akar bahar asli tidak akan meleleh seperti plastik. Ia akan hangus dan mengeluarkan aroma khas seperti rambut atau kuku yang terbakar (karena mengandung protein), bukan bau plastik atau bahan kimia.

2. Tenggelam di Air

Meskipun terlihat seperti kayu atau ranting, akar bahar memiliki massa jenis yang berat. Jika dimasukkan ke dalam air, akar bahar asli (baik yang masih mentah maupun sudah menjadi gelang) pada umumnya akan tenggelam ke dasar, sedangkan barang tiruan dari plastik atau kayu biasa cenderung mengapung.

3. Tekstur dan Serat

Akar bahar asli memiliki serat alami yang tidak seragam. Jika diamati dengan kaca pembesar, pori-pori dan alur pertumbuhannya terlihat natural. Barang palsu biasanya memiliki permukaan yang terlalu mulus, licin, dan seragam karena hasil cetakan pabrik.

4. Sifat Termoplastik Alami

Akar bahar asli bersifat keras dan kaku pada suhu ruang, namun akan menjadi lentur jika dipanaskan (misalnya direbus atau dipanaskan di atas api kecil) sehingga bisa dibentuk. Setelah dingin, ia akan kembali mengeras secara permanen dalam bentuk barunya. Plastik mungkin juga lentur saat panas, namun akan meleleh jika suhu terlalu tinggi, berbeda dengan toleransi panas akar bahar.

Status Konservasi dan Lingkungan

Penting untuk diketahui bahwa sebagai bagian dari ekosistem terumbu karang, pertumbuhan akar bahar di alam liar sangat lambat. Eksploitasi berlebihan tanpa pengawasan dapat merusak ekosistem laut dalam. Oleh karena itu, konsumen bijak disarankan untuk memastikan bahwa produk yang dibeli tidak berasal dari penambangan karang yang merusak lingkungan secara masif. Di beberapa negara, spesies Antipatharia tertentu masuk dalam daftar perlindungan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) untuk mencegah kepunahan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik