Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia telah lama dikenal di mata dunia sebagai negara agraris dengan kekayaan hasil hutan non-kayu yang melimpah. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi primadona ekspor adalah rotan. Bagi Anda yang bertanya-tanya mengenai sentra produksi utamanya, pulau yang banyak menghasilkan rotan adalah Pulau Kalimantan, yang kemudian disusul oleh Pulau Sulawesi dan Pulau Sumatra. Ketiga pulau besar ini menyumbang angka mayoritas dari total pasokan rotan mentah di Indonesia, yang juga menguasai sekitar 80% hingga 85% kebutuhan rotan dunia.
Ketersediaan rotan yang melimpah di Indonesia tidak terlepas dari iklim tropis dan keberadaan hutan hujan yang luas. Rotan, yang merupakan tanaman dari famili Arecaceae (palem-paleman), tumbuh subur memanjat di antara pepohonan besar di hutan tropis nusantara. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai persebaran daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia beserta potensi ekonominya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Kalimantan memegang predikat sebagai penghasil rotan terbesar. Hutan hujan tropis di Kalimantan menyediakan habitat yang sangat ideal bagi pertumbuhan berbagai spesies rotan, baik yang tumbuh liar maupun yang dibudidayakan oleh masyarakat lokal. Beberapa provinsi yang menjadi sentra utama meliputi:
Masyarakat Dayak di Kalimantan memiliki kearifan lokal dalam membudidayakan rotan. Sistem "simpang" atau kebun rotan tradisional memungkinkan pemanenan yang berkelanjutan tanpa merusak ekosistem hutan secara keseluruhan.
Selain Kalimantan, pulau yang banyak menghasilkan rotan adalah Sulawesi. Meskipun volumenya mungkin tidak sebesar Kalimantan, Sulawesi dikenal memiliki varietas rotan dengan karakteristik unik dan bernilai jual tinggi. Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan merupakan daerah kunci dalam peta persebaran rotan nasional.
Salah satu jenis rotan yang sangat terkenal dari pulau ini adalah Rotan Tohiti. Rotan jenis ini memiliki diameter yang besar dan kuat, sehingga sangat diminati oleh industri mebel untuk dijadikan kerangka kursi atau meja. Kualitas rotan dari Sulawesi sering kali menjadi acuan standar bagi para pengrajin mebel di Cirebon dan Jepara yang membutuhkan bahan baku premium.
Pulau Sumatra juga memegang peranan vital dalam rantai pasok rotan nasional. Provinsi seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Lampung memiliki kawasan hutan yang kaya akan rotan. Jenis rotan Manau dan Sega banyak ditemukan di wilayah ini. Di Sumatra, rotan tidak hanya diambil batangnya, tetapi getahnya (jernang) juga memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sebagai bahan baku obat-obatan dan pewarna.
Dari ratusan jenis rotan yang tumbuh di hutan Indonesia, tidak semuanya memiliki nilai komersial. Industri pengolahan dan kerajinan umumnya hanya menyerap jenis-jenis tertentu yang memiliki sifat fisik (kelenturan, kekuatan, dan warna) yang baik. Berikut adalah beberapa jenis rotan yang paling banyak dihasilkan oleh pulau-pulau tersebut:
Meskipun Indonesia adalah produsen terbesar, industri ini menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit yang menggerus habitat rotan, hingga fluktuasi kebijakan ekspor rotan mentah versus rotan setengah jadi. Pemerintah terus berupaya mendorong hilirisasi industri rotan agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri, bukan hanya sekadar mengekspor bahan mentah.
Pusat industri pengolahan rotan di Indonesia saat ini terpusat di Pulau Jawa, khususnya di Cirebon, Jawa Barat. Rotan-rotan yang dipanen dari Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra dikirim ke Cirebon untuk diolah menjadi furnitur berkelas internasional yang kemudian diekspor ke Eropa, Amerika, dan Jepang.
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan pulau yang banyak menghasilkan rotan adalah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta perdagangan mebel dunia. Melestarikan hutan penghasil rotan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menjaga warisan biodiversitas nusantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved