Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Sanggar Omah Wayang Klaten Gelar Uji Terampil Dalang Anak

Djoko Sardjono
18/1/2026 20:33
Sanggar Omah Wayang Klaten Gelar Uji Terampil Dalang Anak
Ilustrasi(MI/DJOKO SARDJONO)

SANGGAR Omah Wayang Klaten, Jawa Tengah, menggelar uji terampil dalang anak tingkat dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Djogan Seni, Jombor, Klaten, Minggu (18/1).

Uji terampil dalang anak tingkat dasar dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Klaten, Tri Indarti, Ketua Dewan Kesenian Klaten Selatan, Tri Raharjo, dan para seniman.

Ketua Pelaksana Uji Terampil Dalang Anak, Kristiyaji, kepada Media Indonesia mengatakan, bahwa kegiatan uji terampil dalang anak ini diikuti delapan anak siswa Sanggar Omah Wayang.

Siswa dalang yang maju dalam uji terampil telah mengikuti pembelajaran dalang selama 6-12 bulan di Sanggar Omah Wayang. Jumlah  siswa dalang di sanggar seni budaya ini total 63 anak.

Ketua Dewan Kesenian Klaten Selatan, Tri Raharjo, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Sanggar Omah Wayang yang mengadakan kegiatan uji terampil dalang anak tingkat dasar.

Langkah dan upaya Sanggar Omah Wayang meregenerasi dalang dengan menggelar uji terampil dalang anak itu patut diapresiasi. Pun, kegiatan ini memperkuat julukan Klaten Kota Dalang.

“Kami berharap pembelajaran dalang anak ke depan dapat ditingkatkan lagi. Hal ini penting dalam rangka nguri-uri  (melestarikan) wayang kulit yang telah diakui dunia tetap lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Tri Indari, dalam sambutannya mengatakan bahwa peran dalang sangat strategis dalam pelestarian seni wayang kulit sebagai warisan budaya leluhur.

“Upaya pembelajaran dalang di Sanggar Omah Wayang, selain meregenerasi dalang juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan kecintaan anak terhadap wayang sebagai warisan budaya,” imbuhnya.

Untuk itu, uji terampil dalang anak tingkat dasar yang digelar Sanggar Omah Wayang diharapkan ke depan mampu menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap seni pewayangan.    
 
“Klaten dikenal sebagai Kota 1.000 Dalang. Karena itu, wayang yang diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter dan jati diri bangsa ke depan tetap hidup dan berkembang,” ujar Tri Indarti. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya