Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN warga di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, diminta untuk mengosongkan bangunan rumah mereka. Hal tersebut menyusul adanya kebijakan PT KAI Daop 4 Semarang, yang akan melakukan pengembangan Stasiun Tegal.
Ada sebanyak 29 bangunan terdiri dari 28 bangunan rumah warga dan 1 bangunan gudang akan ditertibkan dan dikosongkan dengan batas waktu sebelum puasa Ramadan tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Manager Aset PT KAI Daop 4 Semarang Rifi Alda, saat memberikan sosialisasi penertiban di Pendopo Kelurahan Panggung, Kota Tegal, Kamis (15/1)
Rifi menuturkan pengembangan akan dilakukan pada Depo Loko, jalur perbaikan kereta dan pengisian BBM kereta api sehingga membutuhkan lahan yang luas.
"Sebenarnya rencana ini sudah sejak tahun lalu, dan tahun ini baru direalisasikan, sehingga kami meminta warga di lahan tersebut untuk mengosongkan rumah," ujar Rifi.
Rifi menyebut pihak KAI juga akan memberikan ongkos bongkar bagi warga yang terdampak penertiban. "Besarannya untuk bangunan semi permanen Rp200.000 per meter persegi, dan bangunan permanen sebesar Rp250.000 per meter persegi," jelas Rifi.
Lurah Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, Rokhiman, berharap dengan sosialisasi dan kebijakan dari PT KAI ini, tidak ada permasalahan apapun dan bisa berjalan kondusif.
"Saya berharap dengan adanya kebijakan pengembangan PT KAI ini tidak ada gejolak, dan tidak ada keributan. Karena semuanya harus bisa menyadari dan juga harus bisa bersikap bijak," ucap Rokhiman.
Kasie Pelayanan Masyarakat Kecamatan Tegal Timur, Amin Suseno, menyebut pertemuan dan sosialisasi untuk memberi pengertian kedua belah pihak baik warga yang terkena penertiban maupun PT KAI. Dia berharap tidak ada gejolak saat batas waktu pengosongan.
"KAI juga harus bisa bijaksana kepada warga, sehingga semuanya bisa menerima dan tidak ada gejolak," ujar Amin. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved